EKSPOSKALTIM, Balikpapan - Upaya pencarian speed boat yang karam di perairan Batu Payung, Tawau, Sabah Malaysia oleh tim Search and Resque (SAR) gabungan terus dilakukan, sejak empat hari lalu. Dari 15 penumpang, masih diupayakan mencari dua penumpang lainnya yang keberadannya hingga kini masih misterius.
Pagi tadi, selain memperluas area lingkup pencarian hingga ke perairan Selatan, Makassar, Basarnas juga menurunkan KM Wisanggeni yang merupakan Alat Utama (Alut) SAR menuju ke kawasan perbatasan.
Sebelum bertolak dari dermaga Somber kawasan Balikpapan Utara menuju area SAR, tampak Kepala Basarnas Kaltim dalam Operasi Mujiono melakukan inspeksi ke sejumlah peralatan SAR dan petugas KM Wisanggeni.
“Operasi yang kita lakukan ini bukan tingkat nasional, tapi internasional,” terang Mujiono memberi arahan kepada belasan anggota Basarnas di KM Wisanggeni.
Pada hari keempat ini pencarian masih fokus di sekitar perairan wilayah Perbatasan RI - Malaysia, Ambalat, Karang Unarang, Gusung Makassar dan Muara Nunukan.
“Cuaca Berawan, personil dan peralatan pada kondisi siap,” tambah Mujiono didampingi Octavianto, Kasie Ops Basarnas Kaltim-Kaltara.
Sementara itu, kembali Basarnas merilis data-data korban yang sejauh ini telah berhasil ditemukan. telah berhasil dievakuasi oleh Tim SAR gabungan Indonesia - Malaysia hingga hari ini.
Korban Selamat :
1. Budiaman Bin Muslimin, laki-laki (26) asal Mandar Sulawesi Barat Indonesia.
2. Hasmidah Binti Masaniaga, perempuan (24) asal Bulukumba Sulawesi Selatan Indonesia.
3. Mansur Umar umur (25), laki-laki warga negara Malaysia. Yang bersangkutan telah melaporkan diri di Posko Crisis Center IPD Tawau dalam kondisi selamat ke pihak PDRM pada hari Jumat 10/02/2017. Sebelumnya ia turut dalam speed boat.
4. Ardinsyah Bin Abbas, warga Malaysia. Dia berprofesi sebagai juragan speed boat yang selamat dan lalu sempat dikabarkan melarikan diri dan akhirnya pada 09/02/2017 telah menyerahkan diri ke pihak PDRM di Tawau (Motorist)
Kondisi Meninggal Dunia (MD) :
1. Hadra Hadda, perempuan (40)tinggal tanjung batu laut tawau. (Ibu)
2. Taqi muhd zaki (7) tanjung batu laut tawau. (anak pertama)
3. Muhd Fais (6) tanjung batu laut tawau. (anak kedua)
4. Muhd Ashraf (9) Tanjung Batu Laut, Tawau. (anak ketiga)
5. Muhammad Nasir Bin Salasa, laki-laki (53) warga jalan pangkalan Haji Muhtar, Nunukan.
6. Azlan Bin Moja, laki-laki, Indonesia. Domisili sementara Kampung Kubang Baru, Semporna Sabah Malaysia.
7. Nur Hafizah (2) anak perempuan ditemukan di Tanjung Batu Tinagat/Batu Payung sekitar pukul 1700 Wita, Sabtu (11/2/2017) kemarin oleh tim SAR Malaysia.
Korban adalah nak keempat dari korban Hadda Hadra.
8. Helikopter SAR Malaysia menemukan korban Amiruddin Bedurre, laki-laki (Suami Hadda Hadra) terapung di posisi koordinat 04 09 58 LU-117 59 59 BT atau tepat di titik garis batas RI –Malaysia. Ia ditemukan sekitar pukul 17.27 Wita, kemarin, Sabtu (11/2/2017)
Korban yang belum teridentifikasi :
9. Jenis kelamin perempuan, area penemuan sekitar perairan Karang Unarang, Nunukan. Posisi saat ini berada di RSUD Nunukan.
Octavianto, pria yang sebelumnya menjabat Kepala Urusan Umum Basarnas Kaltim Kaltara ini menambahkan sampai saat ini total korban yang berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan Indonesia & Malaysia berjumlah 13 orang.
“Masih Tersisa 2 korban lagi yang masih belum ditemukan, kami masih terus upayakan pencarian,” tambah Octa.
Untuk memudahkan informasi, kata Octa, semua data dihimpun dari Posko SAR Sei Jepun, Seksi Ops Balikpapan, Konsulat Jendral RI di Tawau Malaysia, RSUD Nunukan dan Tawau Hospital Media.

