PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Mengintip Pesona Pulau Miang; Hamparan Terumbu Karang Surga Ikan Bagi Pemancing

Home Berita Mengintip Pesona Pulau Mi ...

Mengintip Pesona Pulau Miang; Hamparan Terumbu Karang Surga Ikan Bagi Pemancing
Selain kekayaan laut, Pulau Miang juga kental akan budaya. Bersama penari lokal, Bupati Kutim Ismunandar asyik menari di hadapan para peserta dalam penutupan Lokakarya Pariwisata Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kutim di Pulau Miang, Kecamatan Sangkulirang, Minggu (21/5). (Ekspos Kaltim/Fariz).

EKSPOSKALTIM, Kutim- Awan mendung bergelayut di langit Sangkulirang saat rombongan peserta Lokakarya Pariwisata menginjakkan kaki di Kapal TNI Angkatan Laut (KAL) Kudungga. Minggu (21/6/2017) pagi, kapal patroli cepat yang diberi nama dari nama raja tersohor Kerajaan Kutai Kartanegara itu disesaki sekira 100 orang penumpang.

Mereka hendak berlayar menuju Pulau Miang, sebagai bagian dari penutupan hajatan promosi Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kutim di Sangkulirang. Penutupan ini dibuat sedikit beda oleh panitia.

Rombongan yang berasal dari pelbagai elemen masyarakat dan pemerhati dunia pariwisata di Kaltim, dibawa menuju salah satu destinasi wisata alam andalan di Kutim itu. Dari Dermaga Sangkulirang harus mengarungi lautan lepas menuju ke arah hilir.

Bukan perkara mudah untuk dapat sampai ke pulau yang disebut-sebut memiliki keindahan bawah laut setara Pulau Derawan. “Di sana banyak spot memancing, sehingga bisa dikatakan surga bagi pemancing,” kata Kepala BPPD Kutim Rustam Effendi Lubis di atas KAL Kudungga.

Perjalanan menjadi cukup menegangkan karena cuaca buruk. Hujan badai terjadi di luar perkiraan saat kapal mulai berlayar. Karena didesain sebagai kapal perang, KAL Kudungga tak banyak memiliki ruang penumpang. Saat hujan mengguyur, penumpang berduyun-duyun menuju lorong kamar ABK untuk berteduh.

Sebagian lainnya memilih rela basah kuyup. Mereka memilih berhujan-hujan sambil bernyanyi untuk mempersingkat waktu. Biasanya, untuk sampai ke Desa Miang hanya butuh waktu satu jam. Kali ini berlipat menjadi kurang lebih 5 jam lamanya.

Untuk ke dermaga Pulau Miang, rombongan harus berganti angkutan. Sebab, tak memungkinkan bagi KAL Kudungga untuk merapat ke perairan dangkal sekitar dermaga.

Bak sebuah anugerah bagi para peserta, hamparan terumbu karang dan biota laut tampak jelas dari atas longboat yang menjemput penumpang. Perjalanan kali ini dirasa cocok bagi mereka penyuka tantangan.

“Hujan dan badai ini adalah berkah karena bisa menjadi pengingat kita. Ini juga bagian dari sensasi wisata. Jika tak seperti ini maka perjalanan wisata akan biasa saja,” jelas Bupati Kutim Ismunandar, yang turut serta bersama sang istri sekaligus Wakil Ketua DPRD Kutim Encek UR Firgasih.

Sekira tengah hari tiba di permukiman atas air, rombongan disambut oleh anak-anak Pulau Miang yang mengenakan busana khas Kutai. Mereka semua menampilkan Tari Jepen.

“Di sini didominasi warga Suku Bugis namun karena dulunya kawasan ini masuk dalam kerajaan Kutai Kartanegara, maka kesenian yang dipakai kesenian dari adat Kutai,” ujar Majedi, kepala Desa Miang.

Keramahtamahan penduduk di pulau yang dihuni 143 kepala keluarga dengan sekira 500 jiwa itu seakan menjadi pelipur lara selama perjalanan. Kepala Dinas Pariwisata Kaltim Syafrudin Pernyata ikut menyaksikan pesona kampung atas air Pulau Miang.

Ismu yang sudah tampak lincah menari, sontak mengajak Syafrudin ikut menari Jepen bersama dan disambut riuh warga sekitar.

Usai tarian adat disuguhkan, giliran kekayaan hasil laut yang sudah diolah menjadi santapan makan siang dihidangkan. Tampak beragam jenis ikan, seperti kerapu, bawal, kakap, dan lainnya disuguhkan. Ismunandar yang kelahiran Sangkulirang ini tahu persis potensi kekayaan laut di Pulau Miang. “Ikan di sini masih segar semua. Segar alami belum tersentuh es,” jelas Ismu.

Dari kampung atas air, Pulau Miang tampak dikelilingi banyak pulau-pulau lain. Salah satunya Pulau Birah-Birah. Antar satu pulau dengan yang lainnya dikelilingi hamparan terumbu karang. 

Di pesisir pulau dikelilingi hutan bakau yang masih alami. Kebersihan kampung atas air juga masih terjaga. Untuk mendongkrak kunjungan wisatawan, warga sekitar juga membudidayakan kembang hias berwarna-warni di sekitar pekarangan rumah menggunakan pot hias.

Lain hal, pulau ini juga memiliki sisi unik. Terdapat sumur air tawar yang tidak pernah kering meski pada musim kemarau. Meski dikeliling laut, namun airnya cukup baik dan layak dikonsumsi untuk kepentingan masyarakat. Selain itu juga ada sumur minyak mentah peninggalan zaman kolonial yang hingga kini masih digunakan masyarakat sekitar sebagai bahan bakar melaut.

Para peserta juga menyempatkan diri untuk mengunjungi kedua sumur yang berada di kawasan tanah berbukit itu. Sementara, kegiatan wajib yang biasa dilakukan di Pulau Miang adalah diving, snorkeling dan fishing. Nah, kegiatan terakhir merupakan yang paling disenangi bupati.

Seperti kata Kepala BPPD Rustam Effendi Lubis, hampir setiap akhir pekan bupati selalu menghabiskan waktunya di pulau ini. “Bupati itu gila memancing, dia juga memiliki rumpon (tempat tinggal atau tempat berbiak ikan) di sini, makanya selalu kesini,” jelas Lubis.

Jauh sebelum menjadi bupati, Ismu juga dikenal sering melaut ke Pulau Miang untuk menyalurkan hobi memancing. Untuk itu, Lubis mengatakan jika Pulau Miang sendiri akan dijadikan destinasi wisata khusus memancing. "Dengan keberadaan terumbu karang yang masih alami tak bisa dihitung lagi berapa banyak spot atau zona memancing di sini," jelas Lubis.


Editor : Benny Oktaryanto
Tags : \\

Apa Reaksi Anda ?

17%50%17%0%0%0%0%17%
Sebelumnya :
Berikutnya :