PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Tahun Depan, Rumah Sakit di Perbatasan Ujoh Bilang-Long Melaham Mulai Layani Pasien

Home Berita Tahun Depan, Rumah Sakit ...

Tahun Depan, Rumah Sakit di Perbatasan Ujoh Bilang-Long Melaham Mulai Layani Pasien
Masyarakat Kabupaten Mahulu masih mengandalkan puskesmas untuk berobat karena daya tampung rumah sakit di Ujoh Bilang sangat terbatas. Satu rumah sakit lagi kini tengah dibangun pemerintah di perbatasan Ujoh Bilang-Long Melaham untuk memenuhi pelayanan kesehatan. Pembangunannya ditargetkan selesai akhir 2017.

EKSPOSKALTIM, Mahulu- Tidak lama lagi, Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) bakal mendapat tambahan rumah sakit (RS).

Sebab, saat ini Dinas Pekerjaan Umum (PU) Mahulu tengah membangun sebuah rumah sakit di perbatasan Kampung Ujoh Bilang dan Long Melaham.

Kepala Seksi Perencanaan dan Pengendalian Dinas PU Mahulu Ronaldus Yen mengatakan, pembangunan telah masuk pada tahap kelengkapan pembangunan. Seperti penyedian air bersih, pemasangan instalasi listrik, pengecatan serta pemasangan keramik.

“Kalau pembangunan fisiknya sudah selesai tahun kemarin (2016),” katanya kepada media ini, Jumat (4/8).

Pembangunan ditarget selesai pada Desember 2017. Setelah itu, gedung akan diserah-terimakan kepada Pemkab Mahulu untuk diserahkan kepada pengelola.

“Kami targetkan pembangunannya selesai akhir tahun ini. Kalau pengelolanya, besar kemungkinan akan dikelola Dinas Kesehatan. Setelah ada pengelolanya, barulah rumah sakit bisa beroperasi,” ungkap pria berpostur tinggi semampai ini.

Soal biaya, dia menjelaskan, anggaran untuk pembangunan rumah sakit ini menelan rupiah lebih dari Rp10 miliar yang didapat dari APBD Mahulu.

“Pastinya saya enggak tahu, yang jelas kurang-lebih 11 m (miliar),” jelasnya.

Namun, meski mendapat tambahan RS, fasilitas kesehatan di Mahulu masih jauh dari memadai. Pimpinan Proyek Cipta Karya Dinas PU Nael menerangkan, RS yang sedang dibangun saat ini tidak jauh berbeda dengan RS sebelumnya yang berada di Kampung Ujoh Bilang.

Kata Nael, pengobatan baru hanya sebatas pengobatan ringan, tidak bisa melakukan operasi berat, seperti operasi jantung. Jika ada warga yang membutuhkan penanganan medis cukup serius, harus dirujuk ke RS di Kutai Barat (Kubar) atau Samarinda.

“Sama saja. RS yang baru ini juga kelas empat. Tidak ada dokter spesialis, hanya ada dokter umum. Itu pun cuma ada tiga dokter umum. Kalau ada yang sakit parah, ya dibawa ke Kubar atau Samarinda,” terangnya.

Namun, merujuk pasien ke luar daerah tidak mudah. Waktu tempuh yang lama menjadi kendala. Dia menuturkan, menuju Kubar menggunakan transportasi darat butuh waktu 5 hingga 6 jam, karena jalannya belum teraspal merata.

“Biasanya kalau ada yang sakit, warga di sini (Mahulu) menggunakan jalur sungai. Karena waktunya tiga jam. Tapi tetap saja lama,” tuturnya.

Meski begitu, keberadaan tambahan rumah sakit ini sangat dinanti masyarakat Mahulu. Karena menurutnya, daya tampung pasien di RS Ujoh Bilang sudah melebihi kapasitas. Oleh sebab itu, dia berharap, agar pembangunan RS yang baru bisa segera selesai.

“Warga di lima kecamatan Mahulu kalau sakit larinya ke rumah sakit lama. Padahal daya tampungnya kecil di situ. Jadi, ya, mudahan saja RS yang baru lekas rampung, supaya segera bisa dinikmati warga,” pungkasnya. (adv)


Editor : Benny Oktaryanto
Tags : \\

Apa Reaksi Anda ?

0%0%50%0%0%50%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :