EKSPOSKALTIM, Bontang - Wakil Wali Kota Bontang Basri Rase hadir dalam dialog keagamaan dengan pemuda-pemudi lintas agama di objek wisata alam Lembah Hijau Lestari, Bontang Selatan, Sabtu (19/8).
Dialog tersebut juga menandai dibentuknya Forum Pemuda Lintas Agama atau Pelita Kota Bontang.
Bontang nyaman, kondusif, aman serta bebas dari adanya konfik agama, kata Basri, merupakan tujuan utama dari pihak pemerintah.
"Peran generasi muda sangat vital dalam hal menyatukan kerukunan umat beragama," ujar Basri.
Ia menambahkan saat ini pemuda dengan kenyataannya tidak sedikit yang menyimpang ke arah pergaulan bebas.
"Penting adanya wadah lintas agama seperti ini untuk menambah kegiatan-kegiatan positif bagi para pemuda kita," jelas mantan anggota DPRD Bontang itu.
Ia berpesan agar para pemuda tak terjerembap ke arah aktifitas pergaulan bebas.
Baca: Dukung Konsep Kota Hijau, 400 Bibit Bakau Ditanam di Lembah Ujung
"Yang tadi mempunyai mimpi indah lenyap semua setelah terjerumus pergaulan, seks bebas dan narkotika," sambung Basri lagi.
Terkait Forum Pelita, suami dari Hapidah ini menyarankan agar segera melengkapi kepengurusan dan program kerja. Pengurusnya, kata Basri, para anak muda perwakilan dari unsur enam agama.
"Secepatnya sebisa mungkin diadakan rapat kerja untuk segera memulai langkah ke depannya, keharhomisan antar agama yang kita ke depankan," sambungnya,
Sekira 100 peserta hadir memadati gazebo tepi danau Lemba Hijau Lestari. Mayoritas dari mereka berasal dari remaja Islam masjid, Gerakan Pemuda Ansor, Muhammadiyah, pemuda pemudi gereja, Hindu, Budha, Katolik maupun Konghucu.
Kegiatan ini terselenggara berkat kerjasama Kementerian Agama Bontang (Kemenag) dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Bontang.
Sulaiman Anwar Kepala Kemenag Bontang mengatakan pembentukan forum ini sejalan dengan misi meningkatan pemahaman, juga kualitas kerukunan antar umat beragama.
"Kerukunan adalah modal utama untuk membangun daerah dan suatu bangsa," jelasnya.
Pelita, kata Sulaiman, diharap berperan aktif untuk turut membantu pelaksanaan tugas FKUB.
Yakni melakukan dialog, sosialisasi, menyampaikan informasi, saran dan masukan hal-hal yang berkaitan tentang kerukunan dan aktiftas keagamaan di masyarakat.
Haji Umar Ketua FKUB Bontang mengatakan pembentukan ini sebagai langkah baik dalam regenerasi organisasi pada bidang kerukunan umat beragama.
Melalui forum ini diharap dapat menjangkau ke anak-anak muda dalam mensosialisasikan pentingnya hidup rukun dalam perbedaan.
"Mereka bisa menjadi pionir persatuan dan kesatuan melalui pendekatan secara budaya dan tradisi," jelasnya.
Ikut hadir pada kegiatan ini perwakilan dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Bontang dari Komando Distrik Militer 09/08 , dan Satuan Pembinaan Masyarakat binmas Polres. (Adv)

