Bontang, EKSPOSKALTIM – Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengajak warganya menjaga kondusifitas kota di tengah maraknya aksi unjuk rasa di berbagai daerah. Dia menyampaikan keprihatinan sekaligus mengingatkan agar Bontang tetap damai.
“Bunda mohon jaga kondusitivitas Kota Bontang. Beberapa hari ini kita melihat adanya unjuk rasa di Jakarta dan di beberapa kota yang membuat kita prihatin tentunya,” ucap Neni (1/9).
Ia meminta RT dan pemuka agama turun tangan memberi pemahaman agar warga tak mudah terprovokasi. Menurutnya, keamanan Bontang perlu dijaga ketat mengingat adanya objek vital nasional seperti PT Badak dan PT Pupuk Kaltim.
Neni menegaskan dialog lebih baik daripada aksi jalanan. “Lebih baik kita berdialog walaupun berunjuk rasa itu hak semua warga, namun mari kita jaga di sekitar Kota Bontang. Kota yang sudah kita bangun bersama dengan hak-hak yang tentunya harus kita pelihara,” katanya.
Sebagai contoh, ia menyinggung pertemuan Pemkot dengan pengemudi ojek online, sopir truk, taksi, dan PNS terkait tragedi meninggalnya ojol Affan Kurniawan di Jakarta. Dari dialog itu, salah satu solusi yang diambil ialah bantuan pemodalan bagi pengemudi ojol yang kendaraannya rusak.
“Kemarin saya sudah melakukan pertemuan dengan pihak pengemudi ojol, mereka menyatakan aspirasinya dan pemerintah kota Bontang siap untuk membantu melalui program kemanusiaan,” ungkap Neni.
Di akhir, ia mengajak semua pihak memperkuat program kemanusiaan. “Dengan bersatu kita mampu membangun Kota Bontang yang lebih sejahtera,” tutupnya.
Sementara itu, salah satu pengemudi ojol, Dwi Abdul G, menegaskan komunitas mereka enggan melakukan aksi di Bontang. “Ngapain kita demo? Nanti kena nama jelek lagi,” jelasnya.
Dwi menolak cara-cara anarkis. “Silakan demo, tapi yang penting jangan anarkis sampai ngerusakin barang-barang. Aduh, jangan sampai menjarah kayak di Jawa, di Sulawesi. Kalau misalnya terjadi mending ditangkap aja sudah. Itu tindak kriminal, bukan lagi demonstrasi,” ujarnya.
Ia menduga kerusuhan di beberapa daerah dipicu provokator. Menurutnya, di Bontang sendiri belum ada rencana demo. “Ngapain aku demo, mending cari uang, takutnya malah berdemo nanti kita malah ditunggangin. Karena akhirnya orang kalau panas-panasan gampang terprovokasi,” pungkasnya.

