PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Komisi II DPRD Bontang Minta Perusahaan Bantu Krisis Air di Lapas

Home Berita Komisi Ii Dprd Bontang Mi ...

Komisi II DPRD Bontang Minta Perusahaan Bantu Krisis Air di Lapas
Ketua Komisi II DPRD Bontang Ubayya Bengawan. (Dok Ekspos Kaltim)

EKSPOSKALTIM, Bontang – Angin segar berhembus ke Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas III A Bontang yang mengalami krisis finansial terkait air bersih. 

Komisi II DPRD Bontang gencar melakukan pencarian solusi guna mengatasi permasalahan ini. Perusahaan lokal baik  di Bontang dan sekitarnya diminta untuk menyalurkan bantuan terkait penyediaan air bersih bagi para warga binaan. 

“Dalam rapat kerja antara kami dengan beberapa perwakilan perusahaan, dan Lapas diputuskan untuk membangun sumur bor,” jelas Ketua Komisi II DPRD Bontang Ubayya Bengawan.

Skema penganggaran pembangunan sumur nantinya diusulkan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Besaran nilainya, kata Ubayya, setiap perusahaan akan berbeda.

Sebagaimana diketahui PT Pupuk Kaltim diminta untuk menyediakan pompa. Sementara distribusi ditangani oleh Badak LNG. PT Indominco Mandiri kebagian untuk menyediakan tempat penampungan air. Sedangkan Kutim, yang mengeksekusi pembuatan sumur. 

“Perusahaan meminta waktu 14 hari untuk memberikan jawaban karena harus membahas dalam internal mereka. Setelah itu  mereka langsung berkomunikasi ke Lapas,” terang Ubayya.

Sumur tersebut nantinya akan digunakan untuk keperluan mandi, cuci, dan kakus (MCK). Dalam sebulan perlu diketahui satu warga binaan membutuhkan setidaknya 4 kubik air.

Sementara jumlah penghuni Lapas sebanyak 828 orang.

“Di mana 60 persen merupakan warga asal Kutim. Maka kami dorong untuk peran serta perusahaan yang ada di Kutim,” tamba Arif anggota Komisi II DPRD Bontang.

Diketahui, sejauh ini Lapas mengutang kepada PDAM Tirta Taman Rp 140 juta. Dalam setahun anggaran operasional yang dimiliki hanya Rp 5 miliar. Rp 4,4 miliar habis untuk keperluan makan warga binaan.

Kalapas Klas III Bontang Heru Yuswanto mengaku jumlah itu kurang. Selain menunggak pembayaran ke PDAM, mereka juga berutang ke PLN sekira Rp 40 juta.

“Minimal kita ada satu penambahan sumur air,” jelas Heru. (Adv)


Editor : Benny Oktaryanto
Tags : \\

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :