EKSPOSKALTIM.com, Samarinda - Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Awang Faroek Ishak meresmikan 11 pembangunan infrastruktur di Kota Samarinda. Peresmian dipusatkan di Museum Samarinda, Jalan Bhayangkara, Kamis (8/2/2018).
Kesebelas proyek tersebut, yakni Jembatan Mahkota II, yang diberi nama Jembatan Achmad Amins dengan nilai proyek Rp 245.568.534.000, Flyover Air Hitam, nilai proyek Rp 126.575.764.000, Museum Samarinda, nilai proyek Rp 8.143.904.000, Taman Samarendah, nilai proyek Rp 35.299.442.000.
Selanjutnya, Tourist Information Center, nilai proyek Rp 484.000.000, Revitalisasi pasar rakyat Palaran, nilai proyek Rp 1.326.552.000, KantorKelurahan Air Putih, nilai proyek Rp 1.849.290.000, Kantor baru Dinas PU dan Penataan Ruang Kota, nilai proyek Rp 47.313.920.000, Seminisasi jalan Mulawarman, jalan PM Noor, jalan Wonotirto, jalan Irigasi, dengan dana sebesar Rp 23.596.947.000, Lampu penerangan Smart City, jalan Kadrie Oening, Fly Over, jalan Ir Juanda, dan terakhir Loket pengujian kendaraan bermoto driver thru.
Baca: Diundur, Ini Jadwal Piala Gubernur Kaltim
Saat Peresmian dilangsungkan, Awang Faroek didampingi oleh Walikota Samarinda, Syaharie Jaang. “Saya ucapkan selamat kepada pemerintah kota samarinda. Tugas saya hampir selesai, segala kegiatan pembangunan sudah hampir selesai, dan semoga pemimpin berikutnya dapat melanjutkan pembangunan Kaltim,” kata Awang dalam sambutannya.
Awang berharap, seluruh fasilitas publik yang baru saja di resmikan tersebut, dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat.
“Alhamdulillah akhirnya proyek-proyek infrastruktur ini bisa diresmikan sekaligus. Semoga berkah dan bermanfaat,” harapnya.
Sementara itu, Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang menambahkan, jika pemkot Samarinda telah menyelesaikan tanggung jawabnya terhadap pembangunan 11 proyek yang mayoritas sumber anggarannya merupakan bantuan dari APBD Kaltim, serta dukungan dari Gubernur Kaltim.
“Terima kasih kepada Bapak Gubernur Kaltim yg telah meresmikan dan ibunda Hj. Aminah Amins yg menyetujui pemberian nama jembatan Achmad Amins,” sambung Jaang.
Jaang tak memungkiri jika pelbagai proyek tersebut berhasil dituntaskan berkat perhatian khusus dari pemprov. Ia tak menyanggah, jika Samarinda mendapatkan perhatian yang lebih dibandingkan dengan kabupaten kota lainnya. Namun, ia berpendapat, bahwa hal itu lumrah karena Samarinda merupakan ibu kota dan wajah Kaltim.
Baca: Tanggap KLB Difteri, DPRD Kaltim Apresiasi Pemprov
Hal itu terbukti dari bantuan keuangan Provinsi Kaltim, sebesar Rp 181.687.580.098, dari total APBD Kota Samarinda tahun 2017, sebesar Rp 2.541.344.738.391.
"Makanya Samarinda selalu diberikan perhatian lebih besar. Cukup besar peran pemerintah Kaltim, dalam pembangunan dan perkembangan Samarinda," tutur Jaang.
Hadir dalam kesempatan tersebut Asisten Bidang Administrasi Umum Setprov Kaltim Bere Ali, Jubir Gubernur Kaltim Hendro Prasetyio, Sekretaris Kota (Sekkot) Samarinda, Sugeng Chairuddin, dan sejumlah Kepala OPD di lingkungan Pemkot Samarinda, Forkopimda serta tokoh masyarakat dan agama di Samarinda. (*)
Tonton juga video-video menarik di bawah ini:
VIDEO: VIDEO: Sabu Seberat 43,4 Gram Asal Kaltim Gagal Beredar di Bone
ekspos tv
VIDEO: Kisruh Pilkada Bone, Umar-Madeng Lapor KPU ke Polisi
ekspos tv
VIDEO: Tanpa Dihadiri Ketua dan Bendahara, DPC Hanura Bontang Jalani Verifikasi Faktual
ekspos tv

