PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

KAYAKNYA ORANG ASING HARUS DINATURALISASI NIH JIKA INGIN KERJA DI BONTANG

Home Berita Kayaknya Orang Asing Haru ...

KAYAKNYA ORANG ASING HARUS DINATURALISASI NIH JIKA INGIN KERJA DI BONTANG
Walikota Bontang Neni Moerniaeni bersama suami, Sofyan Hasdam. (Eksposkaltim/Slamet Riyadi)

EKSPOSKALTIM, Bontang - Menghadapi persaingan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), pemerintah Kota Bontang menerapkan strategi penguatan kota sebagai kota maritim yang bertumpu pada Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas, dan memiliki daya saing di pasar MEA.

Terkait hal tersebut, Walikota Bontang Neni Moerniaeni mengatakan masyarakat Bontang tak perlu risau, jika kedepannya pasar kerja akan dipenuhi orang asing. Menurutnya, yang perlu dilakukan saat ini adalah yakin, bahwa  SDM Bontang tidak kalah saing dengan kualitas SDM asing. 

”Tidak perlu risaulah, tidak semua permintaan tenaga kerja asing yang masuk secara global harus kita terima semua. Tetapi kita buat aturan yang harus diterapkan untuk menyaring kriteria tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan saja, berdasarkan jabatan yang ditawarkan,” terang Neni, saat mengundang para wartawan berkunjung ke Rumah Jabatan (Rujab), Jalan Awanglong, Bontang Baru, Rabu malam (22/6/2016).

Neni mengungkapkan, salah satu bentuk aturan pemerintah terkait MEA ini adalah tenaga kerja asing harus bisa berbahasa Indonesia jika ingin masuk (bekerja,red) kedalam kota ini.

"Jika tidak mau belajar untuk bisa bahasa Indonesia, tidak akan diterima," tegas orang nomor satu Kota Bontang ini.

Begitu juga masyarakat Bontang, kata Neni, harus bisa menguasai bahasa Internasional bahasa Inggris jika ingin mengambil peluang diluar Negara. Bila tak mampu menguasai bahasa Inggris, Bontang juga tidak bisa memaksa untuk memberangkatkan. Namun ditegaskannya, pemerintah Bontang tidak akan pernah kehabisan strategi untuk mengupayakan masyarakat agar mampu bersaing.   

“Kalau di Bontang mah enak, tidak memiliki bahasa asli daerah. Cukup mempelajari bahasa Indonesia, sudah dapat berkomunikasi kemana saja seluruh Bontang. Beda sama daerah lain yang memiliki bahasa asli daerah, seperti Batak, Sunda, Sulawesi dan lain-lain. Kan harus bisa untuk membaur,” kata Neni.

Neni menghimbau seluruh masyarakat Bontang untuk lebih proaktif meningkatkan kualitas diri masing-masing. Kata Neni, tidak perlu pusing memikirkan harus bersaing dengan tenaga asing,  karena secara tidak langsung persaingan sudah berjalan sejak lama.

“Tetapi dengan seperti itu kita juga harus mampu bersaing, dimana kita harus meningkatkan kualitas agar tidak kalah tertinggal oleh tenaga kerja lain. Terutama kapasitas ilmu, keterampilan, keahlian dan kreatif, agar tidak mati pada persaingan pasar MEA,” tandas Neni.


Editor : Maulana
Tags : \\

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :