PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Alasan Kaltim Bidik Hak Partisipasi di Cadangan Migas Raksasa Blok Ganal

Home Berita Alasan Kaltim Bidik Hak ...

Keberadaan infrastruktur penunjang migas di wilayah Kalimantan Timur menjadi dasar Pemprov Kaltim membidik porsi participating interest (PI) dalam pengelolaan Blok Ganal, meski lokasi cadangan berada di luar kewenangan daerah.


 Alasan Kaltim Bidik Hak Partisipasi di Cadangan Migas Raksasa Blok Ganal
Foto udara kawasan kilang pencairan gas alam (Liquid Natural Gas) milik PT Badak Natural Gas Liquefaction (NGL) di Bontang, Kalimantan Timur. Proyek North Hub dalam menindaklanjuti penemuan cadangan gas raksasa Geliga juga akan memanfaatkan fasilitas yang sudah ada, termasuk Kilang LNG Bontang. ANTARA/HO-Widodo S. Jusuf.

EKSPOSKALTIM, Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mulai mendorong porsi participating interest (PI) dalam pengelolaan Blok Ganal, menyusul temuan cadangan migas raksasa di lepas pantai yang dinilai strategis bagi daerah meski berada di luar batas kewenangan wilayah.

Kepala Dinas ESDM Kaltim Bambang Arwanto mengatakan permohonan tersebut didasarkan pada posisi infrastruktur penunjang migas yang berada di wilayah Kaltim, khususnya di Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara.

“Kami akan meminta alokasi pengelolaan ini karena seluruh infrastruktur penunjang berada di wilayah Kaltim,” ujarnya di Samarinda, Jumat (24/4). 

https://eksposkaltim.com/berita/bahlil-ungkap-gas-raksasa-blok-ganal-bontang-jadi-hub-energi-16898.html

Temuan cadangan migas di Sumur Geliga dan Sumur Gula disebut memiliki potensi lebih dari tujuh triliun kaki kubik gas serta sekitar 375 juta barel minyak.

Meski lokasi temuan berada di atas 12 mil laut atau di luar kewenangan daerah, Pemprov Kaltim tetap memperjuangkan keterlibatan melalui perusahaan daerah guna memperoleh manfaat ekonomi langsung.

Menurut Bambang, pemerintah daerah juga telah mendapatkan respons awal berupa tawaran pengelolaan sebagai bagian dari upaya meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor energi.

Blok Ganal sendiri dioperasikan oleh perusahaan asal Italia, ENI, dengan porsi kepemilikan sebesar 82 persen.

https://eksposkaltim.com/berita/investasi-masuk-kaltim-rp70-triliun-50-ribu-tenaga-kerja-diserap-16049.html

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyebut penemuan tersebut sebagai potensi besar bagi ketahanan energi nasional di tengah dinamika global.

Ia memproyeksikan produksi gas dari Blok Ganal akan meningkat signifikan, dari sekitar 700 MMSCFD menjadi 2.000 MMSCFD pada 2028, dan terus naik hingga 3.000 MMSCFD pada 2030 untuk memenuhi kebutuhan domestik.

Pengembangan proyek ini direncanakan menggunakan fasilitas produksi terapung (FPSO) baru dengan kapasitas hingga satu miliar kaki kubik gas per hari, serta memanfaatkan infrastruktur eksisting seperti Kilang LNG Bontang guna mempercepat proses monetisasi.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :