Borneo FC datang ke Jakarta dengan tensi tinggi usai polemik larangan latihan di lapangan utama Jakarta International Stadium (JIS), namun mampu mencuri satu poin dari Persija dalam laga sengit yang berakhir imbang.
EKSPOSKALTIM, Jakarta — Bermain di kandang lawan di Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta Utara, Borneo FC sempat berada di bawah tekanan sejak awal pertandingan.
Persija langsung mengambil inisiatif serangan dan menciptakan sejumlah peluang melalui Allano Lima dan Alaaeddine Ajaraie. Namun lini belakang Borneo serta kiper Nadeo Argawinata mampu menjaga gawang tetap aman sepanjang babak pertama.
Borneo baru mendapatkan peluang emas pada menit ke-36 melalui Koldo Obieta Alberdi yang lolos dalam situasi satu lawan satu, tetapi sepakannya masih dapat digagalkan Andritany Ardhiyasa. Skor 0-0 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Borneo FC langsung tertinggal setelah Gustavo Almeida mencetak gol cepat untuk Persija.
Tertinggal satu gol membuat Borneo meningkatkan tekanan dengan garis pressing lebih tinggi. Upaya tersebut membuahkan hasil pada menit ke-60 melalui Juan Villa yang mencetak gol penyama kedudukan lewat aksi individu dari sisi kiri.
Pertandingan berlangsung terbuka setelah skor kembali imbang. Persija sempat kembali unggul pada menit ke-74 melalui tendangan jarak jauh Fabio Calonego.
Namun, Borneo FC tidak menyerah. Saat pertandingan memasuki masa tambahan waktu, serangan dari sisi kiri yang dibangun Westherley Garcia Nogueira menghasilkan bola liar di depan gawang. Pemain pengganti Ikhsan Zikrak yang berada di posisi tepat berhasil memanfaatkannya menjadi gol pada menit ke-90+4.
Gol tersebut memastikan Borneo FC mencuri satu poin di kandang Persija.
Hasil ini membuat Borneo FC tetap berada di peringkat ketiga dengan 50 poin, hanya terpaut satu angka dari Persija di posisi kedua. Persib Bandung masih memimpin klasemen dengan 54 poin dan satu laga tunda.
Sehari sebelum laga, tensi kedua tim sempat memanas terkait fasilitas latihan resmi. Manajer Borneo FC Dandri Dauri menyatakan kekecewaannya karena timnya tidak diizinkan menggunakan lapangan utama JIS untuk official training.
Borneo tiba di JIS pada Senin pukul 16.30 WIB, namun baru mengetahui perubahan lokasi latihan lima menit sebelum sesi dimulai. Mereka diarahkan menggunakan lapangan latihan, bukan lapangan utama.
Ketua Panitia Pelaksana Persija, Ferry Indrasyarief, menegaskan tidak ada unsur diskriminasi dalam kebijakan tersebut. “Saya tegaskan begini ya, tidak ada niatan diskriminasi dari Persija, dari Panpel kepada siapa pun,” ujarnya.
Menurut Ferry, seluruh tim tamu memang tidak diperkenankan menggunakan lapangan utama untuk latihan resmi demi menjaga kualitas rumput stadion. Ia juga mengakui adanya keterlambatan penyampaian informasi kepada Borneo FC.
Persija dalam pernyataan resminya menyebut koordinasi teknis sebenarnya telah dilakukan sejak H-5 pertandingan, termasuk terkait lokasi official training. Namun, mereka mengakui surat resmi pemberitahuan terlambat diterima oleh tim tamu.
Situasi tersebut akhirnya diselesaikan setelah adanya komunikasi lanjutan, dan Borneo FC tetap menjalani persiapan jelang laga.


