EKSPOSKALTIM, Samarinda - Persaingan menuju gelar juara BRI Super League kian memanas, setelah Borneo FC Samarinda menghempaskan Persita Tangerang dua gol tanpa balas, pada pertandingan pekan ke-31, Selasa (5/5/2026) malam.
Pada laga yang berlangsung di Stadion Segiri tersebut, Mariano Peralta dan Muhammad Sihran jadi pahlawan kemenangan Pesut Etam lewat gol pada menit 37 dan 89.
Tambahan tiga poin membuat Borneo FC sukses menyamai perolehan poin Persib Bandung, 72. Kendati memiliki poin identik, Persib berhak atas posisi pertama karena unggul head to head atas Borneo FC.
Bagi Persita, kekalahan ini membuat mereka gagal meneruskan tren positif yang diraih pada pekan lalu saat menundukkan PSIM Yogyakarta. Hingga pekan ke-31, Pendekar Cisadane tertahan di peringkat 9 klasemen dengan koleksi 44 poin.
Lefundes : Saya minta pemain sabar
Pelatih Borneo FC, Fabio Lefundes, ketenangan dan kesabaran menjadi kunci kemenangan pada laga ini. Dia mengaku sudah memprediksi lawan akan menggunakan skema low block untuk membendung serangan anak asuhnya.
Skema yang diterapkan Persita, diakui Lefundes sempat membuat para pemain kesulitan. "Persita lebih banyak menunggu bola dan mengandalkan serangan balik, serta mencoba menciptakan peluang melalui situasi set piece," ujar Lefundes.
Menghadapi pertahanan rapat lawan, Lefundes menginstruksikan anak asuhnya untuk tetap tenang. "Saya sudah pesan kepada pemain, dalam situasi seperti ini kita harus sabar dan tidak boleh terburu-buru," ujar dia.
Instruksi tersebut mampu dijalankan dengan baik oleh pemain. Hasilnya, kombinasi permainan Koldo Obieta dan Mariano Peralta berbuah gol pertama pada menit 37.
Memasuki babak kedua, Lefundes menyebut Persita mulai mengubah cara bermain untuk mengejar ketinggalan. Situasi berubah setelah lawan kehilangan satu pemain akibat kartu merah.
Namun, Lefundes mengaku melawan tim dengan 10 pemain selalu lebih sulit, lantaran mereka akan menebalkan pertahanan.
https://eksposkaltim.com/berita/borneo-fc-menekan-persib-diuji-di-puncak-16951.html
"Itu menyulitkan kami. Namun, kami terus menekan hingga akhirnya Muhammad Sihran mencetak gol kedua," ujar dia.
Carlos Pena akui sulit curi poin
Di kubu lawan, pelatih Persita Carlos Pena tetap mengapresiasi kerja keras anak asuhnya. Menurutnya, Pendekar Cisadane sempat memberikan perlawanan sengit, terutama di awal babak kedua lewat peluang emas Hokky Caraka.
Namun, malapetaka bagi Persita muncul di sisa waktu pertandingan. Kartu merah yang diterima Rayco Rodriguez serta cederanya motor serangan Eber Bessa meruntuhkan skema permainan tim tamu.
"Kesalahan di babak pertama harus dibayar mahal oleh gol indah Peralta. Situasi kian sulit setelah kami kehilangan Rayco dan Eber cedera. Sangat berat mencuri poin dari Borneo yang sangat dominan di kandang, apalagi saat kami hanya bermain dengan 10 pemain," ungkap Pena.

