EKSPOSKALTIM.COM, Bontang - Program Kaltim Silent di Bontang berbutut panjang. Beberapa pengurus Asosiasi Pedagang Pasar (APP) menggeruduk Kantor UPT Pasar Bontang, di Lantai 4 Pasar Taman Rawa Indah (Tamrin), Bontang Selatan, Senin (8/2/2021).
Mereka mempertanyakan sikap pemerintah, yang seolah tebang pilih selama pelasanaan Kaltim Silent berlangsung. Pasalnya, saat para pedagang Pasar Tamrin tutup, pedagang di sekitar pasar justru masih ada yang menggelar lapaknya.
Baca juga : Bontang Butuh Tambahan 600 Nakes, Bahauddin : Itu Solusi Saat Ini
"Kami minta keadilan," kata Nasir, Koordinator Pedagang Ayam Pasar Tamrin.
Lebih lanjut, jika pada program Kaltim Silent berikutnya masih ditemukan ada pedagang sekitar pasar yang membuka lapaknya, kata Nasir, maka seluruh pedagang Pasar Tamrin akan turun dan berjualan di sepanjang jalan dekat pasar.
"Kalau tidak ada keputusan, kami akan turun berjualan di pinggir jalan," tegasnya.
Nasir juga menyoroti sosialisasi yang dilakukan pemerintah yang terkesan mendadak, dalam penyampaian informasi ini kepada para pedagang.
"Kami terima surat pemberitahuannya jam 6 sore kalau besok harus tutup. Terus nasib dagangan kami gimana? Kalau bisa jangan dadakan. Sehari sebelumnyalah sudah disosialisasikan," pintanya.
Baca juga : Jaga Kebugaran, Dandim Ajak Masyarakat Berolahraga, Namun Tetap Jaga Prokes
Sementara itu, Kasubbag TU Disperindagkop UKM Bontang, Abdul Malik mengatakan, ia sudah menampung apa yang menjadi keluhan para pedagang, dan akan langsung menyampaikan ke Kepala Dinas Dinas Perindustrian, Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop UKM) Bontang.
"Ini (tuntutan asosiasi) akan kita sampaikan ke pimpinan. Untuk jadi bahan evaluasi," ujanya.

