EKSPOSKALTIM, Bontang - Koordinator travel terminal Bontang, Abdul Muis menganggap tempat yang ditawarkan Pemkot Bontang tidak representatif.
“Jauh dari jangkauan penumpang,” ucap Abdul Muis saat ditemui disekitar terminal Bontang Jalan S Parman Kelurahan Telihan, Kecamatan Bontang Barat.
Tempat yang dimaksud yakni berada disamping kawasan lapangan MTQ di Jalan Parikesit dan Pasar Gunung Telihan.
Menurutnya, lokasi yang disiapkan jauh dari jangkauan penumpang. Sehingga mayoritas supir travel memilih untuk tidak beroperasi di kawasan tersebut.
"Di terminal saja susah kita dapat penumpang, Mas. Apalagi kalau pindah ke sana tambah tidak ada penumpang," keluhnya.
Oleh karenanya, Muis dan puluhan supir travel lainnya hanya bisa pasrah dalam kondisi tersebut.
"Ini saja sudah empat hari tidak ada narik. Ya mobil hanya terparkir disini namun tidak beroperasi. Nanti kalau ada penumpang baru kita jalan lagi," tutupnya.
Sebelumnya, upaya memindahkan taksi pelat hitam dari kawasan terminal Bontang belum sepenuhnya terealisasi. Meski pemerintah sudah menyediakan tempat untuk beroperasi, namun gagal setelah tak mendapat respon apapun dari pihak travel.
Seperti yang disampaikan langsung Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Pemkot Bontang Sukardi saat ditemui di kantor Jalan Moch Roem Kelurahan Bontang Lestari, Kecamatan Bontang Selatan, Rabu (8/2) pagi.
Sukardi menyebut tempat sementara diberikan agar pelat hitam segera pindah dari terminal. Lokasinya berada di samping Lapangan Parikesit dan Pasar Telihan.
"Travel ini masih keberatan keluar dari terminal, akhirnya kita carikan jalan keluar dengan menyediakan tempat di kawasan Parikesit dan dekat pasar. Namun tak direspon," ujar Sukardi.

