EKSPOSKALTIM, Bontang – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bontang, Indriati As’ad, menanggapi sorotan masyarakat terhadap kinerja Dinkes yang dianggap lamban, serta kurang maksimal dalam memberikan penanganan dan bantuan kesehatan terhadap masyarakat.
Indriati As’ad menampik tudingan masyarakat tersebut, dan menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan upaya sesuai SOP dalam penanganan kesehatan di Kota Bontang.
Kendati selama ini banyak sorotan dari masyarakat terkait penanganan kesehatan, namun kata Indriati hal ini tak membuat kinerjanya menurun dan tetap melakukan tugas dan fungsinya semaksimal mungkin.
"Masyarakat juga mau bilang apa kami siap, yang jelas kita sudah melakukan tugas kita sebagai Dinkes. Sedikit-sedikit Dinkes yang disalahkan, padahal kami selalu siap melayani masyarakat," kata Indriati saat di konformasi melalui via telpon, Jumat (16/9).
Diimbuhkannya, wabah penyakit yang terjadi dalam masyarakat, tidak adil jika sepenuhnya menjadi tanggung jawab dan kesalahan Dinkes. Oleh itu, masyarakat perlu memahami hal tersebut.
"Kita harus kerjasama dalam menanggulangi timbulnya penyakit. Penanganan kesehatan hanya 20 persen dari kami, selebihnya kita kembalikan kemasyarakatnya untuk menjaga kesehatan," ungkapnya.
Tidak dipungkiri, Dinkes banyak disoroti melalui lambatnya penanganan DBD beberapa waktu lalu hingga mengakibatkan banyak korban. Namun Indriati menegaskan, pihaknya telah berupaya semaksimal mungkin memberi penanganan terhadap penyakit tersebut.
"Bukannya kita tidak mau turun lapangan dan memberikan bantuan seperti alat fogging maupun obat, ya mungkin pada saat kami ada panggilan untuk turun melakukan fogging dan bertepatan dengan jadwal kami, sehingga kita tidak sempat untuk turun lapangan,” tuturnya
Kendati demikian, ia mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan fogging di seluruh Bontang. “Fogging juga bukan solusi untuk menghilangkan DBD, kalau foggingnya setiap hari malah menimbulkan penyakit baru," tutupnya.

