PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

HINDARI KASUS KEKERASAN DI DUNIA PENDIDIKAN, DISDIK BONTANG KONSEPKAN SEKOLAH SEBAGAI TAMAN

Home Berita Hindari Kasus Kekerasan D ...

HINDARI KASUS KEKERASAN DI DUNIA PENDIDIKAN, DISDIK BONTANG KONSEPKAN SEKOLAH SEBAGAI TAMAN
Kepala Dinas Pendidikan Kota Bontang, Dasuki. (Dok. Eksposkaltim)

EKSPOSKALTIM, Bontang –  Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bontang telah merancang konsep pendidikan baru dengan meminta kebijakan dari pusat, untuk mewujudkan sekolah sebagai “Taman”. Hal ini sebagai upaya dalam menghindari tindak kekerasan yang terjadi dalam dunia pendidikan (school bullying).

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bontang, Dasuki, menjelaskan sekolah sebagai taman bertujuan untuk menciptakan sekolah yang ramah anak. Ini juga dinilai efektif dalam mengindari  tindak kekerasan yang sering terjadi dalam dunia pendidikan.

Tindak kekerasan secara fisik (mendorong, menendang, memukul), verbal (mengejek, celaan), mental (intimidasi, mengancam, pemerasan) maupun secara sosial (menghasut dan mengucilkan) dapat berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak. Olehnya itu, perlu menjadi perhatian serius untuk dicarikan sebuah solusi berupa langkah preventif.

“Konsep sekolah sabagai taman tersebut nantinya akan diberlakukan untuk semua tingkatan, mulai dari TK, sampai dengan pendidikan jenjang tinggi,” kata Dasuki, saat ditemui dikantornya, di Gedung Praha Taman Praja, Senin (8/8) siang.

Lebih lanjut, Dasuki menyesalkan bila terjadi tindak kekerasan antara guru terhadap murid. Kendati demikian, sepatutnya hal seperti itu tak langsung di tuduhkan menjadi kesalahan guru saja.

Menurutnya, ketika anak melanggar aturan dan ketentuan yang berlaku di sekolah, sudah menjadi tanggung jawab atau perang guru untuk mendidik murid.

“Sebagainya orang tua, semestinya tidak boleh melaporkan hal yang dialami anaknya kepada pihak kepolisian, ketika hal tersebut belum mendapat kebenaran yang jelas dari kedua pihak (guru dan murid),” jelasnya.

Disayangkan, metode guru yang cukup keras untuk mendidik kedisiplinan, tanggung jawab, dan kepedulian anak terhadap pendidikan, sering dituduhkan sebagai suatu tindak kekerasan.

“Mungkin anaknya yang susah diatur. Misalnya jam sholat, anak muridnya malah kabur, bolos, sehingga guru mungkin meneriaki dan menghukumnya. Nah disitulah guru dituduh melakukan kekerasan dan dinilai tidak bisa mendidik anak dengan benar. Padahal, hal tersebut dilakukan untuk pendidik anak agar bertanggung jawab dengan tidak mengulangi kesalahannya,” jelasnya.


Editor : Maulana
Tags : \\

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :