Etha Rimba Paembonan dan Yandri Dasa. Dok Ekspos Kaltim
EKSPOSKALTIM, Bontang - Peran perempuan, khususnya pada lembaga legislatif di Bontang masih terbilang minim.
Dua srikandi DPRD Bontang, yakni Wakil Ketua I Etha Rimba Paembonan, dan anggota Komisi I Yandri Dasa memandang perlu peningkatan peran perempuan dalam dunia politik.
Dalam proses pengambilan keputusan, Etha menilai, keberadaan perempuan dapat membangun sistem dan etika politik yang lebih baik.
Wakil Ketua DPC Gerindra Bontang ini menjelaskan, secara regulasi, pemerintah sudah memberi ruang dan kesempatan bagi perempuan untuk terjun di dunia politik.
"Dari sisi partai pun begitu," jelasnya.
Partai, sebut dia, berperan penting dalam memberi modal pendidikan dan kapasitas yang memadai untuk caleg perempuan. Agar memiliki mental bertarung dan berjuang mendapatkan kursi di DPRD.
"Tidak hanya mencukup-cukupi kuota supaya partainya lolos verifikasi dan tidak didisk (diskualifikasi,red) saja," kata dia ditemui di Gedung DPRD, Bontang Lestari, Senin (9/10).
Jelang Pileg 2019 mendatang, berkaca dari pengalamannya, perempuan yang hendak maju pada pileg harus memiliki strategi-strategi dalam berpolitik. Ibu dua anak ini juga mengatakan kemampuan perempuan dan laki-laki setara dalam dunia politik.
"Perempuan itu hebat. Mampu membagi tugas sebagai IRT dan karir. Kalau mau hitung-hitungan perempuan itu mampu bersaing dengan laki-laki," ujarnya.
Sementara itu Yandri Dasa mengaku memiliki dorongan yang berbeda untuk berkiprah dalam dunia politik.
Ia menilai kebanyakan perempuan minder terhadap laki-laki dalam persaingan politik. Menurutnya perempuan memiliki peran, hak, dan kemampuan untuk bersaing.
"Politik bukan barang yang harus ditakuti. Semua kemauan dari diri kita sendiri. Bukan orang lain yang menentukan. Untuk itu, kita sebagai kaum perempuan mesti tunjukan yang kita mampu lakukan," pungkas politikus Hanura ini.
Diketahui dari 25 anggota DPRD Bontang periode 2014-2019 saat ini hanya ada 2 perempuan sebagai wakil rakyat.
Kondisi ini berbeda pada periode 2009-2014. Sebelumnya terdapat lima orang perempuan yang menjadi anggota dewan.
Terkait hal ini, sebelumnya, Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni juga meminta kepada setiap partai politik (parpol) di Kota Taman untuk berani mendorong sosok perempuan yang memiliki kapabilitas dan komptensi pada pileg 2019 mendatang.
"Mewujudkan kebijakan pembangunan yang berkeadilan gender harus dilakukan," ujar Neni.
Pun demikian, saat menghadiri pelantikan pengurus Demokrat cabang Bontang. Kepada Ubayya Bengawan Ketua DPC terpilih yang baru dilantik, Neni meminta untuk dapat mencalonkan perempuan yang betul-betul memiliki kompetensi ke depannya.
“Agar perbandingannya tidak kecil sekali seperti saat ini. Hanya 4 persen saja dari 25 anggota dewan yang ada,” imbuh mantan ketua DPRD Bontang ini.
Merujuk pada Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Pemilihan Umum DPR, DPD dan DPRD menyebutkan daftar bakal calon yang disusun partai politik memuat sedikitnya 30 persen keterwakilan perempuan.
Editor : Fariz Fadhillah

