EKSPOSKALTIM, Kutim– Jelang Idulfitri, Polres Kutai Timur (Kutim) melakukan gelar pasukan berkaitan dengan Operasi Ramadniya Mahakam 2017.
Apel yang dipimpin langsung Kapolres Kutim AKBP Rino Eko digelar di halaman Mapolres Kutim, Bukit Pelangi, Senin (19/06) pagi tadi.
Kapolres mengatakan dalam Ops Ramadniya sebanyak 280 personel, termasuk 93 di antaranya anggota polri, dilibatkan. Selebihnya merupakan gabungan dari beberapa instansi di Pemkab Kutim, dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat.
“Supaya masyarakat bisa merayakan Idulfitri dengan aman dan nyaman," ujar Kapolres.
Dalam Ramadniya, kata Kapolres, stabilitas harga pangan, kondusifitas kota, dan sejumlah aksi kriminalitas seperti hipnotis, dan pencurian rumah kosong menjadi perhatian.
"Operasi ini digelar secara nasional karena hampir semua masyarakat melaksanakan mudik, banyak rumah kosong yang rawan kejadian, seperti kebakaran dan pencurian. Untuk itu diimbau kepada masyarakat agar berkoordinasi dengan RT RW, dan menjaga keamanan alat-alat yang mudah terbakar seperti kompor, listrik sebelum mudik," imbuhnya.
Mengenai sejumlah titik titik rawan, diketahui petugas juga menyiagakan pos pelayanan (pospel) dan pos pengamanan (pospam).
Sekedar diketahui pendirian pospam ada tiga titik. Di wilayah Teluk Lombok, Kenyamukan dan Sekerat. Serupa, untuk pospel sendiri ada di simpang tiga Jalan Pendidikan, Perdau, jalan poros Sangatta - Bontang.
Selain itu, sejumlah banner dan spanduk imbauan juga dipasang guna menekan angka kecelakaan. “Total spanduk yang dipasang ada 40 titik selama 16 hari kedepan," ucapnya.

