Samarinda, EKSPOSKALTIM – Dua calon haji yang berangkat melalui Embarkasi Balikpapan meninggal dunia di Tanah Suci. Salah satunya berasal dari Kutai Timur, Kalimantan Timur. Keduanya wafat jelang puncak ibadah wukuf di Arafah.
“Satu dari Kaltim, satu lagi dari Sulawesi Tengah,” kata Kepala Kanwil Kemenag Kaltim, Abdul Khaliq, Selasa (3/6), dikutip dari Antara.
Calon haji asal Kaltim yang wafat adalah lansia berusia 60 tahun, dengan riwayat penyakit komplikasi. Ia meninggal dunia di Makkah.
Kemenag menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga. Pihak keluarga disebut telah menerima santunan asuransi, yang diurus melalui petugas Embarkasi Balikpapan.
Khaliq memastikan sebagian besar jemaah haji Kaltim dalam kondisi baik dan kini bersiap menghadapi puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Beberapa sistem diterapkan untuk menjaga kenyamanan, terutama bagi jemaah lansia dan uzur.
Salah satunya adalah sistem murur, di mana jemaah tetap berada di dalam bus saat melintasi Muzdalifah tengah malam dan langsung menuju Mina. Ada pula sistem tanazul untuk jemaah yang menginap dekat lokasi lontar jumrah.
Meski begitu, beberapa jemaah masih dirawat di rumah sakit. Bagi yang tak mampu mengikuti wukuf secara penuh, mereka tetap dapat menjalani safari wukuf—dibawa dengan mobil melintasi Arafah dan kembali ke rumah sakit.

