EKSPOSKALTIM, Bontang- Tingginya angka kebakaran yang terjadi selama 4 bulan terakhir, membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bontang sedikit kewalahan disegi perlengkapan dalam menghadapi kebakaran yang terjadi dibeberapa bulan terakhir tersebut, baik itu kebakaran murni ataupun kebakaran karena faktor adanya unsur kesengajaan oleh oknum.
Disepanjang tahun 2016 ini, sedikitnya ada 64 kasus kebakaran serta 64 kasus penyelamatan yang terjadi di Kota Taman ini, berdasarkan data yang dirilis pihak BPBD Kota Bontang.
Kasi Kesiapsiagaan BPBD Kota Bontang, Sunaryo mengungkapkan bahwa dengan kondisi perlengkapan yang minim ini ditengah maraknya kasus kebakaran lahan, pihaknya berharap agar pemimpin Kota Bontang yang baru bisa melirik BPBD dengan melihat perlengkapan yang mereka gunakan saat ini.
“Kami berharap dengan pemimpin yang baru kita ini, perlengkapan untuk menjaga Kota Bontang dari amukan si jago merah bisa lebih memadai dan cepat diatasi. Supaya tidak urungan lagi sama teman-teman disini jika ingin membeli kaos tangan dan masker seperti sebelumnya,”Ujarnya, saat ditemui dikantornya, Selasa siang (5/4/2016) tadi.
Selain itu, Sunaryo juga mengungkapkan bahwa saat ini perlengkapan armada BPBD tersisa 3 Unit. Sebab, dari 5 unit mobil pemadam yang ada, dua dintaranya sudah tidak layak pakai.
“Sebelumnya kami ada 5 unit mobil pemadam, akan tetapi hanya 3 saja kami fungsikan, karena bamper dan bannya sudah tidak layak dipakai apalagi kami harus mengendarainya dengan kecepatan maksimum. Kami takutnya malah terjadi hal-hal yang tidak kami inginkan terjadi kepada anggota, jika dipaksakan ditakutkan akan berimbas kepada tim PMK yang bertugas dilapangan." Tutupnya.

