PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Prarekon Pria di Bontang Tewas Usai Curi Mangga: Sempat Berdiri Lalu Tumbang

Home Berita Prarekon Pria Di Bontang ...

Prarekonstruksi kasus pria yang tewas usai diduga mengambil mangga di Bontang mengungkap detik-detik ia terjatuh setelah kepergok pemilik rumah. Disebut sempat berdiri sesaat sebelum akhirnya kembali tumbang dan tak sadarkan diri.


Prarekon Pria di Bontang Tewas Usai Curi Mangga: Sempat Berdiri Lalu Tumbang
Polisi menggelar rekonstruksi kasus dugaan maling mangga yang menyebabkan seorang pemuda meninggal hingga berbuntut aksi penyerangan di Kelurahan Api-Api. Foto: Klik Kaltim

EKSPOSKALTIM, Bontang – Polisi menggelar prarekonstruksi kasus meninggalnya seorang pemuda berinisial Ri di Jalan KS Tubun Gang Bersama 7 RT 32, Kelurahan Api-Api, Sabtu (9/5). Prarekonstruksi dilakukan untuk memperjelas rangkaian kejadian saat korban diduga mengambil mangga di lokasi tersebut.

Seorang saksi berinisial M, yang saat itu bersama Ri, dihadirkan oleh pihak kepolisian. Dalam keterangannya, M mengaku awalnya ia dan Ri bermain domino di kawasan Berbas Pantai. Setelah itu, Ri mengajaknya keluar menggunakan sepeda motor dengan alasan membeli rokok.

Namun setibanya di Gang Bersama 7 sekitar pukul 03.00 WITA, kata dia, Ri justru mengajaknya mengambil mangga di salah satu rumah warga. “Ternyata saya dibawa almarhum untuk membantu mengambil mangga,” ujar M saat memperagakan adegan.

M menjelaskan dirinya berada di bawah pohon, sementara Ri memanjat untuk mengambil buah mangga. Tak lama kemudian, aksi mereka diketahui pemilik rumah. Ri disebut langsung melompat dari atas pohon dan terjatuh dengan kepala membentur pinggir parit.

https://eksposkaltim.com/berita/bukabukaan-misrantoni-usai-vonis-bebas-muara-kate-saya-diperlakukan-seperti-teroris-16883.html

“Almarhum melompat lalu terjatuh, kepala terbentur pinggir parit. Dia sempat berdiri sedikit lalu jatuh lagi,” ungkapnya.

M mengaku sempat berniat menolong rekannya tersebut, namun memilih melarikan diri karena panik setelah melihat pemilik rumah keluar ke teras.

“Pemilik rumah masih berada di teras, dan saya kabur,” tambahnya, dikutip dari Bontang Post. 

Dalam prarekonstruksi tersebut, peran pemilik rumah diperagakan anggota kepolisian. Adegan kemudian berlanjut saat sejumlah tetangga keluar setelah mendengar teriakan maling.

Perhatian warga awalnya tertuju kepada M yang melarikan diri. Mereka baru menyadari keberadaan Ri setelah mendengar suara napas berat dari lokasi gelap di dekat parit.

“Pas sadar dengar suara ngorok dicari pakai senter karena gelap, ternyata ada orang,” ujar salah seorang warga dalam reka adegan.

https://eksposkaltim.com/berita/proyektil-di-mobil-warga-balikpapan-peluru-nyasar-atau-teror---16844.html

Warga kemudian melapor ke petugas siskamling dan menghubungi Bhabinkamtibmas Kelurahan Api-Api, Brigpol Edo Olo V Limbong. Saat petugas tiba, korban masih tergeletak di lokasi dengan masker menutupi wajah.

“Pas maskernya dibuka, mulutnya sudah mengeluarkan darah,” kata Edo.

Korban selanjutnya dievakuasi warga bersama petugas ke teras rumah sambil menunggu ambulans datang.

“Setelah ambulans datang kami ikut membantu membawa Ri ke ambulans,” pungkasnya.

Memicu Penyerangan

Kasus ini sebelumnya sempat memicu keributan di lokasi kejadian pada Jumat (8/5/2026). Puluhan orang yang mengaku keluarga korban mendatangi rumah pemilik pohon mangga di Gang Bersama 7.

Dalam video yang beredar di media sosial, situasi terlihat memanas hingga terjadi aksi pemotongan pohon mangga secara paksa. Warga sekitar juga sempat bersitegang dengan rombongan yang datang.

Kanit Pidum Polres Bontang Markus Sihotang membenarkan pihak kepolisian kini turut menangani laporan dugaan pengerusakan dan dugaan pemukulan yang terjadi saat keributan berlangsung.

“Saat ini laporan pengerusakan yang dilayangkan pemilik rumah dan warga sekitar juga sedang kami proses,” ujarnya.

https://eksposkaltim.com/berita/bukan-peluru-nyasar-misteri-proyektil-di-balikpapan-masuk-uji-balistik-16856.html

Polisi juga telah mengamankan rekaman CCTV milik warga di sekitar lokasi untuk kepentingan penyelidikan. Sejumlah saksi dari kedua belah pihak dijadwalkan menjalani pemeriksaan.

Menurut Markus, keributan dipicu rasa tidak terima keluarga atas meninggalnya Ri yang sebelumnya sempat menjalani perawatan setelah terjatuh di lokasi kejadian.

Keluarga korban disebut datang untuk meminta penjelasan kepada pemilik rumah sekaligus meminta rekaman CCTV di sekitar lokasi.

Polisi pun mengimbau masyarakat agar tidak menyelesaikan persoalan dengan tindakan melanggar hukum dan tetap menyerahkan proses penanganan kepada aparat penegak hukum.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :