Layanan masjid yang buka 24 jam di jalur mudik Kalimantan Timur menjadi tempat singgah andalan bagi pemudik, dari beristirahat hingga mengakses fasilitas dasar tanpa biaya di tengah perjalanan panjang.
EKSPOSKALTIM, Samarinda - Layanan masjid yang beroperasi selama 24 jam di jalur mudik Kalimantan Timur mendapat apresiasi dari para pemudik yang melintasi rute antarkota selama arus Lebaran tahun ini.
Sejumlah pemudik mengaku terbantu dengan keberadaan masjid yang tidak hanya terbuka sepanjang waktu, tetapi juga menyediakan fasilitas dasar yang dapat diakses tanpa biaya.
“Alhamdulillah, mudik tahun ini rasanya senang bisa singgah di masjid-masjid di jalan poros yang buka 24 jam,” ujar Heri Mirza, pemudik yang singgah di kawasan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara.
Menurut Heri, layanan tersebut memberi rasa nyaman, terutama saat pemudik membutuhkan tempat singgah tanpa harus merasa sungkan.
Ia mengaku sempat beristirahat bersama keluarganya setelah salah satu anggota mengalami mabuk perjalanan dalam perjalanan dari Bontang menuju Balikpapan.
Hal serupa disampaikan Muhammad Fadli, pemudik asal Sangatta yang tengah menuju Kabupaten Paser. “Kalau begini kan bisa baring-baring sebentar untuk sekadar menghilangkan kantuk,” katanya.
Fadli yang melakukan perjalanan bersama lima orang anggota keluarga mengaku membutuhkan waktu istirahat setelah mengemudi selama sekitar tiga jam.
Ia memperkirakan perjalanan menuju tujuan akhir masih memakan waktu lebih dari tujuh jam, sehingga keberadaan masjid 24 jam menjadi sangat membantu.
Program masjid ramah pemudik ini merupakan kebijakan Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalimantan Timur yang menginstruksikan sekitar 160 masjid di jalur poros utama untuk beroperasi penuh selama musim mudik dan arus balik.
Kepala Kanwil Kemenag Kaltim, Abdul Khaliq, mengatakan pengurus masjid diminta menyediakan layanan dasar bagi para musafir.
“Instruksi penyediaan tumpangan gratis bagi para musafir sudah kami edarkan ke seluruh pengurus masjid di jalur poros antarkota,” ujarnya.
Fasilitas yang diwajibkan meliputi akses kamar mandi dan toilet gratis, serta pembukaan area pelataran sebagai tempat parkir kendaraan yang aman.
Selain itu, masjid juga diharapkannya menjadi ruang singgah yang nyaman bagi pemudik untuk beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan.
"Program ini diharapkan tidak hanya membantu kelancaran arus mudik, tetapi juga memperkuat fungsi masjid sebagai ruang publik yang inklusif bagi masyarakat."


