Pentingnya etika dalam penggunaan AI agar tidak disalahgunakan di lingkungan pendidikan.
Jakarta, EKSPOSKALTIM - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperkuat pembelajaran koding dan kecerdasan artifisial (AI) sebagai mata pelajaran baru untuk menyiapkan generasi adaptif terhadap perubahan zaman.
“Perkembangan teknologi informasi menuntut seluruh ekosistem pendidikan, mulai dari pemerintah, dinas pendidikan, sekolah, guru, hingga siswa untuk adaptif dan inovatif agar mampu bersaing secara global,” kata Direktur Sekolah Menengah Pertama Kemendikdasmen, Maulani Mega Hapsari, dikutip dari ANTARA, Rabu (29/10).
Menurutnya, kurikulum sebagai inti pendidikan harus terus bertransformasi mengikuti tuntutan zaman. Pemanfaatan AI juga dinilai dapat meningkatkan efisiensi kerja guru, terutama dalam tugas administratif yang berulang.
Dukungan terhadap langkah ini datang dari Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian. Ia menilai penggunaan kecerdasan buatan secara bijak menjadi kunci penting pendidikan modern.
“Mau tidak mau, AI akan menjadi bagian dari pendidikan. Tugas kita adalah memastikan kehadirannya memperkuat guru, bukan menggantikan guru,” ujar Hetifah.
Ia menambahkan, AI bisa dimanfaatkan untuk membuat konten pembelajaran yang lebih relevan, mempersonalisasi proses belajar, hingga menyediakan asesmen dan umpan balik otomatis. Teknologi ini juga berpotensi menjadi asisten mengajar virtual di luar jam sekolah.
Meski begitu, Hetifah mengingatkan pentingnya etika dalam penggunaan AI agar tidak disalahgunakan di lingkungan pendidikan.

