EKSPOSKALTIM, Bontang- Banyaknya lampu penerangan jalan umum (PJU) yang mati di sepanjang Jalan Tembus Pupuk Raya, mulai dari Bundaran Sintuk hingga Lampu Merah Loktuan, Bontang Utara, mengakibatkan kawasan tersebut rawan kecelakaan dan tindak kejahatan.
"Kondisi jalanan yang gelap serta menurun seperti ini yang sangat berpotensi terjadi kecelakaan, Tak hanya itu pak, kondisi jalan yang sepi juga sangat rawan terjadinya aksi kejahatan," kata Kim (21), warga Kelurahan Guntung, Kecamatan Bontang Utara, Bontang kepada Eksposkaltim, Senin (2/5/2016).
Sementara itu, Kasi Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum, Hadi Nugraha, yang ditemui di gedung Graha Taman Praja, Lantai Dasar, Jalan Bessai Berinta, Kelurahan Bontang Lestari, Kecamatan Bontang Selatan, menjelaskan pihaknya sudah menerima laporan terkait matinya lampu PJU di jalan tersebut.
“Ia mas, saya sudah mendapat laporan dari masyarakat terkait hal itu. Saya juga telah cek langsung kesana, dan memang lampu disana banyak yang mati,” ucapnya.
Saat ditanya soal perbaikan dan solusinya, Hadi menjelaskan sudah beberapa kali melakukan perbaikan. Namun karena kondisi baterai yang sudah lama, lampu hanya bisa menyala untuk beberapa jam saja.
“Sekarang kita sudah ajukan Rencana Anggaran Biaya (RAB) untuk pergantian baterai. Tetapi karena defisit anggaran, kita belum bisa melakukan perbaikan dalam waktu dekat,” jelasnya.
Hadi juga menyesalkan terkait hilangnya beberapa baterai lampu penerangan jalan umum di kawasan tersebut yang dilakukan oknum yang tidak bertanggung jawab.
“Disana juga sudah ada beberapa lampu yang baterainya hilang karena dicuri, kita menyayangkan hal ini terjadi,” ucapnya.
Dari informasi yang dihimpun eksposkaltim, baterai yang digunakan pada lampu PJU di kawasan ini sudah sekitar dua tahun lamanya dan saatnya untuk dilakukan pergantian. Mengingat, pentingnya lampu PJU untuk meminimalisir resiko kecelakaan dan kejahatan di kawasan itu. Di tahun 2015 keluhan dari warga Bontang mengenai lampu PJU yang mati. (*)

