PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Listrik Bontang Ditarget Surplus untuk Bekal Calon Investor

Home Berita Listrik Bontang Ditarget ...

Listrik Bontang Ditarget Surplus untuk Bekal Calon Investor
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni saat melihat kondisi 4 mesin di PLTD Bontang yang merupakan bantuan Pemkot Bontang masa kepemimpinan Sofyan Hasdam dan Adam Malik periode 2003 silam. Kondisinya saat ini hanya tersisa dua yang beroperasi karena dua lainnya dalam perbaikan. (Ekspos Kaltim/Slamet Riyadi)

EKSPOSKALTIM, Bontang– Penambahan pasokan listrik digadang-gadang tidak hanya sekadar memenuhi kebutuhan listrik masyarakat Bontang. Melainkan, pemerintah berencana menyediakan pasokan listrik berlebih untuk bekal calon investor yang masuk di Kota Bontang.

Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menerangkan, ada beberapa investor yang rencananya akan berinvestasi di Kota Bontang, seperti PT Wilmar salah satunya, yang nantinya akan berencana membangun Refinery CPO (Crude Palm Oil) di Bontang.

Melihat peluang tersebut, kata Neni, pemerintah sudah sepatutnya mempersiapkan segala sesuatu kebutuhan bagi para investor, seperti fasilitas infrastruktur yang menunjang kebutuhan investor di daerah.

“Contoh seperti kapasitas listrik yang harus memenuhi kebutuhan mereka. Target kita untuk menarik para investor pasokan listrik kita harus surplus dulu, kalau masih pas-pasan tidak ada investor yang mau masuk ke Bontang karena listrik yang terbatas,” katanya, beberapa hari lalu.

Neni optimistis dengan adanya tambahan pasokan listrik Bontang sekitar 160 Mega Watt akan memenuhi kebutuhan listrik bagi para investor, begitu juga kebutuhan listrik terkait pembangunan kilang refinery milik Pertamina nantinya akan dapat terpenuhi.

“Saya sempat dapat pertanyaan dari Bagian Aset Pertamina Pak Gatot, seandainya kilang Pertamina jadi dibangun di Bontang, untuk kebutuhan listriknya seperti apa? Saya jawab dengan adanya penambahan sekitar 160 MW nantinya Insya Allah pasokan listrik Bontang cukup,” paparnya. 

Baca juga : Wali Kota Bontang Tutup Mulut soal Revisi Kenaikan Tarif Air PDAM

Sementara itu, Manajer Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Kanaan Bontang Barat Ade Wirakusuma mengatakan, pasokan listrik Bontang selama ini dibantu interkoneksi Sistem Mahakam sebesar 10 MW.

Pasalnya, listrik di Bontang hanya berasal dari PLTMG dengan menggunakan bahan bakar gas dan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Bontang yang hanya sekitar 15 MW.

“Sedangkan beban puncak pemakaian listrik Bontang mencapai 36 MW rata-ratanya, artinya beban puncak kita lebih besar dari pada daya yang kita punya,” tandasnya.

Sedangkan, dalam tahap pembangunan, Bontang nantinya mendapat tambahan suplai listrik sebesar 2 x 100 MW, menggunakan pembangkit dengan berbahan bakar uap dari batu bara atau PLTU. Rencana ini masuk dalam program 35 ribu MW yang dicanangkan Presiden Joko Widodo di Kalimantan.

Ditambah saat ini, Bontang kembali mendapat suplai dari 2 unit PLTG yang menggunakan bahan bakar gas dengan kapasitas 2 x 30 MW.

Jika semua unit tersebut telah berfungsi dengan baik, maka Bontang akan mendapatkan penambahan suplai listrik sebesar 160 MW. Artinya, mampu mencukupi kebutuhan karena saat ini beban puncak listrik Kota Bontang sebesar 36 MW.   


Editor : Benny Oktaryanto
Tags : \\

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :