EKSPOSKALTIM, Mahakam Ulu - Tim Rescue Gabungan masih melakukan pencarian terhadap tiga korban longsor di kawasan Gunung Pancang, Km 7, poros Long Bagun-Long Pahangai Kabupaten Mahakam Ulu Selasa (9/5) sekira pukul 1 dini hari.
Saat ini terdapat tiga korban yang belum berhasil ditemukan. Bukan seperti yang diberitakan sebelumnya. Bahwa kelima korban secara keseluruhan sudah ditemukan dalam keadaan tak bernyawa dan berada di rumah kediaman masing-masing.
Berdasarkan laporan terbaru, pihak Basarnas Kaltim/Kaltara menyebut satu orang korban bernama Abo berhasil ditemukan sekitar jam 11.35 siang, Rabu (10/5) kemarin.
Sehingga total dua korban yang berhasil ditemukan bernama Yunus Saputra (39), serta Abo (28). Keduanya warga Kampung Long Bagun Ulu Rt 03 merenggang nyawa saat perjalanan menuju puskesmas.
“Personel kami dari Balikpapan sudah menuju ke lokasi kejadian sejak pukul 6 pagi tadi,” jelas Kepala Basarnas Kaltim-Kaltara Mujiono melalui Kepala Seksi (Kasie Ops) Octavianto.
Untuk menuju lokasi kejadian, estimasi perjalanan dari Samarinda sendiri menuju Dermaga Tering Sendawar, Kutai Barat selama 8 jam. Sedangkan menuju Mahulu harus menyusuri tepi sungai selama 4-5 jam untuk sampai di ibukota Kampung Ujoh Bilang menggunakan speed boat.
Sedangkan untuk menuju Gunung Pancang, Km 7, poros Long Bagun, dari data Koramil 0912-03/Long Bagun butuh waktu satu jam. Jarak TKP tanah longsor dari Kantor Bupati Mahulu di Jalan Poros Ujoh Bilang-Long Bagun sekira 9 kilometer.
Baca juga : Tertidur pulas, 5 pemburu di Mahulu Tertimbun Tanah Longsong
Tak kurang dari 57 personel gabungan terjun untuk melakukan evakuasi yang berlangsung tak kurang dari satu jam lamanya. “Area yang longsor sekira 100 meter panjangnya dari tepi jalan, medan terbilang cukup berat karena berada di hutan belantara,” jelas Danramil Lettu Infanteri Rahman Sahanung.
Selain personel penyelamat, satu buah resque serta peralatan ekstrikasi diterjunkan pihak Basarnas ke lokasi kejadian guna menunjang evakuasi.
Dari analisa sementara, kata Octavianto, pemicu tanah bergerak berawal dari hujan deras yang terjadi mengakibatkan tanah menjadi labil dan tergerus.
Sementara, diwartakan sebelumnya, Selasa (9/5) sekira pukul 1 dini hari, tanah longsor melanda kawasan sekitar Gunung Pancang, Km 7, poros Long Bagun-Long Pahangai Kabupaten Mahulu.
Musibah tersebut menelan korban jiwa. Sebanyak 5 warga Kampung Batoq Kelo Kecamatan Long Bagun yang tengah tertidur pulas tertimbun longsoran.
Mereka ialah Andri Setia Pranata (20), Yerimias Tri Saputra (18), Abo (28), Andre (15), dan Yunus Saputra (39).

