EKSPOSKALTIM.com, Samarinda - Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis survei pemilihan gubernur-wakil gubernur (Pilgub) Kaltim 2018-2023. Berdasarkan gambaran survei yang dilakukan, keempat kandidat Pilgub Kaltim bersaing ketat.
LSI Denny JA bekerjasama dengan lembaga survei SIGI dan JIP melakukan survei dengan tajuk “Dicari Gubernur Baru Yang Mampu Memecahkan Masalah”, pada periode 2 hingga 8 juni 2018.
Baca: Debat Terakhir Pilgub Kaltim Usung 3 Tema Bahasan
Hasilnya, keempat paslon hanya selisih tipis. Paslon nomor urut 4, Rusmadi Wongso -Safaruddin memperoleh 24,5 persen, disusul paslon nomor 3 Isran Noor - Hadi Mulyadi dengan angka 22,3 persen. Sementara Syaharie Jaang - Awang Ferdian dengan angka survei 20,9 persen dan Andi Sofyan Hasdam - Rizal Effendi 20,7 persen. Sisanya, masih rahasia/belum memutuskan/tidak tahu/ tidak jawab sebesar 11,6 persen.
Peneliti LSI Denny JA, Fadli mengatakan, hasil tersebut disimpulkan dengan mengunakan metodologi survei sampling; multistage random, dengan wawancara tatap muka kepada 600 responden yang tersebar di 10 kabupaten/kota se-Kaltim. Dengan margin of error kurang lebih 4,1 persen.
“Banyak yang bertanya mampukah survei dengan sample yang ada mampu melihat secara realitas dari sebuah populasi pemilih di Kaltim? Saya jawab dengan track record kita (LSI Denny JA). di Pileg 2014 lalu, semua (survei) kita terbukti hanya dua partai saja yang selisihnya 1 persen (dari hasil KPU),” katanya, saat konferensi pers hasil temuan dan analisis survei Pemilihan Gubernur Prov. Kaltim LSI Denny JA - SIGI - JIP, di Hotel Aston Samarinda, Rabu (20/6).
“Jika dilakukan pemilihan hari ini, maka Rusmadi- Safaruddin yang memperoleh suara terbanyak,” tambahnya.
Ia menyebutkan, dari survei tersebut diketahui ada empat alasan kenapa paslon Rusmadi -Safaruddin bisa lebih unggul tipis dibanding paslon lain. Pertama, dalam indikator mampu menyelesaikan masalah.
Rusmadi-Safaruddin mendapatkan 41,5 persen dianggap mampu menyelesaikan masalah, disusul Andi Sofyan Hasdam- Rizal Effendi 38,8 persen, Syaharie Jaang- Awang Ferdian Hidayat 36,7 persen dan terakhir Isran-Hadi 35,8 persen.
Alasan kedua, lanjutnya, indikator kepribadian lebih baik. Sebanyak 53,0 persen responden menganggap Rusmadi-Safaruddin mempunyai kepribadian yang baik, dibandingkan paslon lain. Kemudian, paslon ini dengan persentase 40,6 persen dianggap paling berkomitmen dan jujur, serta pengenaan program kepada masyarakat.
“Ada 43,3 persen mengangap program yang ditawarkan Rusmadi -Safaruddin sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Paslon lain, sofyan -Rizal 41,8 persen, Isran- Hadi 41 persen dan Jaang-Ferdi 39,4 persen,” sebutnya.
Ia menjelaskan, hasil ini tidak dapat menjadi barometer bagi seluruh kandidat Pilgub Kaltim, dan pandangan masyarakat.
“Dengan survei ini posisinya tak terlampau jauh, Rusmadi-Safaruddin memiliki potensial besar untuk menang. Tapi survei ini bisa berubah karena dua sebab disisa waktu terakhir menjelang hari pencoblosan pada 27 Juni mendatang,” ucapnya.
Berita terkait: LSI: Massa Partai Golkar dan PAN Membelot ke Rusmadi-Safaruddin
Sebab pertama, kata dia, adanya money politic. Dimana, terjadi aksi serangan fajar oleh kandidat. Alasan kedua, disebutnya karena “tsunami politik”.
“Dari pengalaman kita survei di pilkada, tsunami politic bisa merubah gambaran hasil survei ini. Misalnya, ada kasus hukum yang menjerat paslon atau OTT penegak hukum atau KPK,” tuturnya.
LSI Denny JA adalah lembaga survei kedua yang telah merilis survei Pilgub Kaltim di masa akhir 10 hari mejelang pemilihan, pada 27 juni mendatang. Pada Selasa (19/6) lalu, Lembaga Strategis Indonesia (LSI) merilis hasil surveinya dengan metode yang serupa kepada 1.200 responden yang tersebar di Kaltim. Hasilnya, paslon nomor urut 3, Isran Noor- Hadi Mulyadi di posisi pertama dengan perolehan 42,30 persen disusul Rusmadi -Safaruddin dengan 40 persen. (*)
Video APDESI Bone Ngadu Soal Data Rastra ke DPRD
ekspos tv

