EKSPOSKALTIM, Bontang - Devisit anggaran Kota Bontang dari Rp 1,9 triliun menjadi Rp 1,2 triliun, diakui Walikota Bontang Neni Moerniaeni tak menjadi halangan bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang untuk melakukan pembangunan. Pemkot tetap optimis untuk mewujudkan pemerintahan dan pembangunan baru di kota taman.
Neni mengatakan, sebagai wakil pemerintah pihaknya akan melakukan percepatan pembangunan guna mensejahterakan masyarakat Kota Bontang. Menyinggung soal pembangunan kantor lurah Guntung, Neni menegaskan pembangunan kantor tersebut akan dilakukan secara bertahap.
"Walaupun uang kita tidak banyak, tapi bagaimana cara kita supaya pembangunan secepatnya bisa dinikmati masyarakat. Kalau kantor lurah Guntung itu dibangun secara bertahap, dan semuanya ada 4, saya tidak hafal semuanya, namun yang tiga ini dibangun secara bertahap," kata Neni, saat ditemui di Rumah Jabatan (Rujab), jalan Awang Long, Kelurahan Bontang Baru, Kecamatan Bontang Utara, Rabu (22/6/2016) lalu.
Selain pembangunan kantor lurah, Neni juga menyebutkan beberapa pembangunan yang akan dibangun di Kota Bontang, antara lain pasar Rawa Indah, pasar Citra Mas, Jalan Lingkar, dan pembangunan-pembangunan lainnya, baik itu pengerjaan akan selesai pada tahun ini maupun di tahun berikutnya.
"Pembangunan pasar Rawa Indah akan dibangun dan diselesaikan, pasar Citra Mas, kemudian program strategis saya yaitu jalan lingkar dan Kantor Polres Bontang langsung tahun ini juga akan selesai. Insya Allah, termasuk Sekolah Dasar Negeri (SDN) 05 itu tidak perlu ada tender karena sudah ada suratnya yang keluar," pungkasnya.
Keyakinan Neni ini mengajak masyarakat untuk tetap optimis dalam pembangunan Kota Bontang. "Percayalah, kita selalu berdoa sama-sama demi pembangunan kita. Meskipun uang kita sedikit, namun disertai dengan do’a dari para pegawai yang puasa setiap hari Senin dan Kamis, semuanya akan Barakallah," tutupnya.

