Kenaikan muka laut hingga hampir tiga meter diperkirakan terjadi awal Maret. Ancaman tak hanya bagi tambak dan pelabuhan, tapi juga ruang hidup warga pesisir.
EKSPOSKALTIM, Balikpapan - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Balikpapan mengingatkan warga dan pemangku kepentingan untuk mewaspadai potensi pasang laut setinggi 2,8 hingga 2,9 meter di pesisir Kalimantan Timur (Kaltim). Berisiko mengganggu aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.
“Pasang laut setinggi 2,8–2,9 meter di pesisir Provinsi Kaltim diperkirakan terjadi pada 4 Maret 2026, sehingga semua pihak harus waspada terhadap dampaknya,” ujar Ketua Tim Data dan Informasi BMKG Stasiun Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, Carolina Meylita Sibarani, di Balikpapan, Sabtu (1/3).
BMKG menyebut pasang laut berpotensi merendam tambak ikan dan tambak garam, terutama jika disertai gelombang. Kondisi ini dapat merusak peralatan tambak dan mengancam hasil budidaya warga.
Selain itu, pasang laut juga berisiko mengganggu aktivitas bongkar muat di pelabuhan, memicu banjir rob di kawasan permukiman pesisir, hingga membahayakan anak-anak yang beraktivitas di sekitar pantai.
Untuk perairan Balikpapan, pasang tertinggi diperkirakan mencapai 2,9 meter pada 4 Maret pukul 19.00 Wita, dengan surut terendah 0,3 meter pada 8 Maret pukul 02.00 Wita.
Wilayah yang terdampak langsung meliputi Samboja dan Samboja Barat di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kota Balikpapan, Kabupaten Penajam Paser Utara, serta Kabupaten Paser. Di kawasan ini, aktivitas tambak masih cukup tinggi sehingga berisiko terdampak arus laut saat pasang.
BMKG juga mengingatkan potensi serupa di Teluk Sangkulirang, dengan pasang tertinggi 2,8 meter pada 4 Maret pukul 19.00 Wita dan surut terendah 0,1 meter pada 8 Maret pukul 02.00 Wita.
Sementara di muara Sungai Mahakam, tepatnya di Pulau Nubi, Kabupaten Kutai Kartanegara, pasang tertinggi diperkirakan mencapai 2,8 meter pada awal Maret sekitar pukul 19.00 Wita, dengan surut terendah 0,2 meter pada 6 Maret pukul 14.00 Wita.
BMKG mengimbau masyarakat pesisir, pelaku usaha tambak, dan operator pelabuhan untuk melakukan langkah antisipatif guna meminimalkan risiko kerugian akibat pasang laut tersebut. (Ant)

