EKSPOSKALTIM, Balikpapan - Kantor Badan SAR Nasional Kaltim-Kaltara di jalan Marsma R. Iswahyudi RT 11/3, Sepinggan, Balikpapan Selatan mendadak dipenuhi puluhan pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka) yang mengenakan pakaian merah-merah.
Sebanyak 45 orang paskibraka itu berasal dari 16 sekolah menengah atas dan kejuruan (SMA/SMK) se-Balikpapan yang hendak dipersiapkan untuk Hari Kemerdekaan 17 Agustus mendatang di Balikpapan.
Kedatangan mereka guna mendalami wawasan, keterampilan dan pengenalan alat SAR dengan didampingi oleh 20 orang pembina yang berasal dari kalangan TNI-Polri.
"Kunjungan kami agar adik-adik tahu tugas dan fungsi Basarnas dan melatih mental mereka agar siap hingga saat hari pengibaran nanti," jelas Darno salah seorang pembina Paskibraka yang berasal dari kalangan TNI.
Di Basarnas mereka diberikan pengenalan tentang alat-alat utama SAR, seperti car rescue, rigid inflatable boat (RIB) SAR dan kegunaannya. Termasuk di antaranya diberikan pembekalan teknik evakuasi di ketinggian yang bertempat di tower HART milik Basarnas Kaltimra.
Untuk itu mereka lebih dulu diberikan pengenalan terkait alat SAR untuk menuruni ketinggian atau rappelling, seperti harness, carabiner, tali karmantel, dan lain sebagainya.
Mengenakan alat pengaman, seperti harness, dan helmet, para paskibraka yang merupakan pelajar ini diminta untuk melakukan rappelling. Seorang lain, berperan sebagai Belayer yaitu orang yang mengamankan pemanjat. Setelah ada aba-aba, seorang pelajar berhasil menuruni tower HART Basarnas dengan didampingi instruktur dari Basarnas.
Giat ini berlangsung dipimpin oleh Kepala Basarnas Mujiono didampingi Kasie Ops Octavianto hingga sekitar pukul 12.00 siang hari ini.
Lia salah seorang paskibraka mengaku telah ditempa selama 3 bulan belakangan oleh tim pembina. "Kali ini kami mendalami evakuasi di ketinggian untuk menambah bekal kami terkait operasi SAR," jelas pelajar asal SMKN 2 Balikpapan ini.

