PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Pembantaian Sekeluarga di Perbatasan Kaltim–Kalteng: 1 Pelaku Masih Berkeliaran

Home Berita Pembantaian Sekeluarga Di ...

Belum semua pelaku pembantaian satu keluarga di perbatasan Kalimantan Timur–Kalimantan Tengah tertangkap. Belakangan mencuat isu dugaan keterlibatan perusahaan. 


Pembantaian Sekeluarga di Perbatasan Kaltim–Kalteng: 1 Pelaku Masih Berkeliaran
Jasad satu keluarga korban pembunuhan di Desa Benangin II, Barito Utara, perbatasan Kalteng-Kaltim. Foto: Istimewa

EKSPOSKALTIM, Balikpapan - Polisi masih memburu satu pelaku pembantaian satu keluarga di perbatasan Kalimantan Timur–Kalimantan Tengah. Sementara tiga tersangka telah diamankan dan isu keterlibatan perusahaan dalam kasus ini dibantah.

Kapolres Barito Utara AKBP Singgih Febyanto mengungkapkan total pelaku dalam kasus tersebut berjumlah empat orang, namun satu di antaranya hingga kini masih buron dan telah masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).

“Semua tersangkanya ada empat orang. Namun saat ini satu orang masih dalam status buron atau DPO, dan identitasnya sudah kami kantongi,” ujarnya, dikutip Senin (27/4).

Pelaku yang masih diburu diketahui merupakan warga setempat, Desa Benangin. Tim gabungan kini terus melakukan pengejaran dengan memperluas koordinasi lintas wilayah.

Sementara itu, tiga tersangka lainnya, yakni FN, LK, dan SA, telah diamankan di lokasi berbeda, satu orang di Kutai Barat, Kalimantan Timur, dan dua lainnya di wilayah Kalimantan Tengah.

Polisi menyebut motif pembunuhan dipicu konflik lama terkait sengketa lahan yang berujung pada pertikaian.

“Motifnya karena sengketa lahan yang sudah cukup lama terjadi, kemudian berujung cekcok mulut hingga tersulut emosi dan terjadi aksi pembunuhan,” kata Singgih.

https://eksposkaltim.com/berita/motif-pembantaian-sekeluarga-di-perbatasan-kaltimkalteng-oleh-eks-kades-kubar--16908.html

Sebelumnya, peristiwa berdarah itu terjadi di kawasan Kilometer 80, perbatasan Kaltim–Kalteng. Lima orang tewas dalam kejadian tersebut, yakni Cuah (55), Hasna (40), Tasya Haulina (17), David (3), dan Ono (50), yang seluruhnya merupakan warga Desa Benangin 2, Kecamatan Teweh Timur.

Satu korban lainnya, Alfian (40), selamat meski mengalami luka berat dan masih menjalani perawatan intensif di RSUD Muara Teweh.

Sebelum kejadian, korban dan pelaku disebut sempat terlibat cekcok terkait sengketa lokasi pekerjaan yang telah berlangsung lama.

Serangan terjadi di sebuah pondok, saat pelaku diduga datang menggunakan kendaraan dan melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam dan senjata api.

Di tengah penyelidikan, beredar informasi mengenai dugaan keterlibatan pihak perusahaan, termasuk adanya pihak internal yang disebut-sebut sebagai aktor utama.

Namun, Kapolres Barito Utara membantah tegas kabar tersebut.

“Itu tidak benar. Tidak ada penetapan tersangka dari pihak perusahaan dalam kasus ini,” ujarnya, dikutip dari Kalteng.co.

Ia tidak menampik bahwa lokasi kejadian berada di jalur hauling milik perusahaan. Meski demikian, hal itu tidak serta-merta menunjukkan keterlibatan korporasi dalam tindak pidana tersebut.

“Kami akan pastikan lagi apakah itu masuk wilayah perusahaan atau hanya perbatasan,” katanya.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :