PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Pentingnya Melatih Emosi bagi Anak Sejak Dini

Home Berita Pentingnya Melatih Emosi ...

Pentingnya Melatih Emosi bagi Anak Sejak Dini
ILUSTRASI kecerdasan emosi anak. Foto: https://www.mooimom.id/

Balikpapan, EKSPOSKALTIM - Psikolog Klinis RSJD Atma Husada Mahakam, Samarinda, Kalimantan Timur, Elda Trialisa, menegaskan pentingnya melatih emosi positif pada anak sejak usia dini.

"Penting sekali bagi kita untuk mengenali emosi. Namun, sebelum mengenali emosi anak, orang tua memiliki pekerjaan rumah untuk mengenali emosi diri sendiri terlebih dahulu," ujarnya dikutip Sabtu (17/5).

Elda menjelaskan manusia memiliki emosi dasar seperti marah, bahagia, jijik, takut, dan sedih. Selain itu, anak juga perlu dikenalkan pada emosi positif seperti bangga, senang, dan ekspresi kegembiraan melalui tawa.

Menurutnya, pengenalan emosi pada anak harus diawali dari kemampuan orang tua memahami emosi diri sendiri. Mengidentifikasi perasaan, bukan menepisnya, adalah langkah awal yang krusial.

Setelah itu, orang tua bisa mengajarkan anak mengenali emosi melalui tiga tahap:

1. Mengenali dan menyebutkan nama emosi yang dirasakan.

2. Memahami penyebab munculnya emosi tersebut.

3. Mengekspresikannya dengan cara yang adaptif.

"Seringkali orang langsung pada ekspresi emosi tanpa melalui proses mengenali dan identifikasi. Akibatnya, ekspresi emosi menjadi tidak terkontrol, seperti marah yang meledak-ledak atau membanting barang," jelas Elda.

Ia menekankan pengelolaan emosi bukan berarti menekan perasaan, tetapi menyalurkannya dengan cara yang tidak merugikan.

Pengenalan emosi, lanjut Elda, bisa dimulai sejak usia satu tahun. Pada fase ini, anak mulai menyerap emosi dari orang-orang terdekat, terutama orang tua atau pengasuh.

"Respons anak terhadap berbagai situasi dan perasaan akan sangat mempengaruhi perkembangan pribadinya," ungkapnya.

Anak yang mampu mengenali emosinya akan lebih mudah mengekspresikan perasaan, baik positif maupun negatif. Kemampuan ini juga penting untuk membentuk keterampilan mengelola emosi, terutama dalam situasi sosial seperti persaingan atau pertemanan.

Elda mencontohkan saat anak terjatuh. Jika si kecil malah tertawa saat kesakitan, bisa jadi ia belum memahami apa yang sedang dirasakannya.

"Kalau rasa sakit itu tidak apa-apa. Mau sedih, mau nangis boleh. Beri rasa tenang dengan berucap ibu ada di sini, ayah ada di sini, ayo kita obati bersama. Seperti itu melatihnya," kata Elda.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :