EKSPOSKALTIM, Samarinda - Langkah Walikota Samarinda Syaharie Jaang berpasangan dengan Walikota Balikpapan Rizal Effendi dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Kaltim 2018 mendatang, dipastikan berjalan mulus.
Tiga partai yakni Demokrat, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) telah sepakat mengusungnya.
Kabar ini disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Kaltim, Syafruddin. Ia memastikan, bahwa Walikota dua periode di dua kota besar tersebut akan bertarung dalam Pilgub Bumi Etam.
"Kita (PKB) sudah ada komitmen koalisi, dengan Demokrat dan PPP untuk berkoalisi. Dan yang kami ajukan satu paket, hanya Pak Jaang dan Pak Rizal. Sudah final 100 persen," katanya, saat ditemui di acara Jalan sehat yang diselenggaran oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltim, di Kantor Gubernur Kaltim, Minggu (29/10).
Pemilihan Jaang dan Rizal, kata Syafruddin, didasarkan atas dinamika perkembangan politik terakhir. Termasuk aspirasi dari para Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB kabupaten kota di Kaltim.
Baca juga: KPU Kaltim Bahas Aturan Pemilu 2019, DPD Harus 2 Ribu Dukungan
Selain itu, lanjutnya, hanya Jaang dan Rizal yang memiliki paket pasangan, sedangkan calon lain masih belum ada pasangan.
"Yang daftar ke kami satu paket hanya Jaang dan Rizal. Kalau pak Rusmadi (Sekprov Kaltim) dan pak Yusran tidak ada paket pasangannya. Jadi kesulitan kami mengusulkan ke DPP," jelasnya.
Meski demikian, ia mengaku, surat resmi dari DPP belum ia terima. Namun, Syafruddin, memastikan dalam beberapa hari terakhir surat keputusan (SK) DPP akan keluar. Termasuk dari DPP Partai Demokrat dan PPP.
"PKB sudah solid, Demokrat sudah, PPP saya rasa juga sama keputusannya. Sekarang tinggal masing-masing menunggu surat resmi dari DPP masing-masing. Saya kira satu dua hari ini surat rekomendasi itu akan keluar. Yang jelas, kami (PKB), Demokrat dan PPP sudah komitmen berkoalisi mengusung Jaang dan Rizal," tegas Syafruddin, yang juga Anggota DPRD Kaltim ini.
Untuk deklarasi, Syafruddin belum bisa menentukan kepastian waktunya. Hanya saja, ia memberikan gambaran akan dilaksanakan pada November nanti.
"Paling lama November lah, setelah SK (Surat keputusan) DPP keluar," pungkasnya.
Baca juga: Dihadapan Ribuan Warga Samarinda, Yusran: Saya Siap Majukan Kaltim!
Dengan berkoalisinya Partai Demokrat, PKB dan PPP, sudah cukup sebagai syarat mengusung pasangan Calon (paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim 2018. Tiga partai tersebut masing-masing memiliki 4 kursi di DPRD Kaltim, dengan total 12 kursi, sehingga terpenuhi syarat mengusung paslon yaitu 11 kursi.
Hanya Partai Golongan Karya (Golkar) yang tanpa berkoalisi mampu mengusung paslon sendiri. Golkar Kaltim telah memastikan mengusung, Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Rita Widyasari.
Namun hingga kini, sosok yang pendamping belum diputuskan. Pasca tersandung Kasus Korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dinamika politik masih dinamis.
Sementara, untuk partai lain masih terus bermanuver komunikasi politik. Yusran Aspar terus melakukan sosialisasi ke masyarakat melalui partai yang dipimpinnya, Gerindra.
PKS melalui kadernya, Anggota DPR RI dapil Kaltim Hadi Mulyadi, tengah intens komunikasi dengan mantan Bupati Kutai Timur (Kutim) Isran Noor.
Terakhir, nama Sekprov Kaltim, Rusmadi yang akan diusung oleh Partai Nasdem dan PDIP. (***)
VIDEO: Iklan Pesta Adat Pelas Tanah 2017 Kutai Timur
ekspos tv

