EKSPOSKALTIM, Bontang - Tidak dipungkiri jika Gas Elpiji memiliki peranan penting dalam kehidupan sehari-hari masyarakat saat ini, meski pada kenyataannya Gas Elpiji menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya kebakaran.
Terkait hal tersebut, Staf Humas dan Layanan Pelanggan PT Bontang Migas dan Energi (BME), Khoironi menyarankan penggunaan Gas Elpiji di Bontang beralih ke Gas Alam yang dinilai penggunaannya lebih aman.
Menurutnya, dilihat dari segi keamanan dan potensi menimbulkan kebakaran, gas alam terbukti lebih aman untuk digunakan.
"Gas alam ini aman untuk digunakan, dan itu bisa kita jamin. Terbukti, selama ini kita tidak pernah mendengar kebakaran akibat penggunaan gas alam. Pakai gas alam minim untuk resiko kebakaran," kata Khoironi, saat ditemui di kantornya, Jalan Bhayangkara, Kelurahan Gunung Telihan, Kecamatan Bontang Barat, Kamis (5/1).
Kendati demikian, jumlah pengguna Gas Elpiji di Kota Bontang saat ini masih jauh berada diatas pengguna Gas Alam, yang masih diangka sekitar 7200 pelanggan.
Padahal kata dia, jika masyarakat memahami bahwa Gas Alam ini selain penggunaannya lebih aman, harganya pun di bawah daripada harga Gas Elpiji.
"Sekarang harga Elpiji sekitar Rp20 ribu yang beratnya 3 kg, sementara Gas Alam sekitar Rp3 ribu di bawah harga Elpiji. Jadi ada perbedaan, namun tidak begitu jauh," ujarnya.

