PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Samarinda Nyalakan Insinerator, Bidik PSEL 1.000 Ton Sampah per Hari

Home Berita Samarinda Nyalakan Insine ...

Setelah melalui proses panjang pembangunan dan pengujian, Pemerintah Kota Samarinda resmi mengoperasikan jaringan insinerator sebagai solusi awal pengurangan sampah.


Samarinda Nyalakan Insinerator, Bidik PSEL 1.000 Ton Sampah per Hari
Wali Kota Samarinda Andi Harun meninjau sekaligus meresmikan operasional insinerator di Kelurahan Baqa, Kecamatan Samarinda Seberang, Selasa (30/6/2026). Foto: Istimewa

EKSPOSKALTIM, Samarinda – Setelah melalui proses pembangunan, uji coba, hingga perdebatan mengenai aspek lingkungan, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda akhirnya resmi mengoperasikan jaringan insinerator pertama sebagai langkah awal mengurangi timbunan sampah harian.

Namun, Wali Kota Samarinda Andi Harun menegaskan, fasilitas tersebut bukanlah tujuan akhir. Pemkot kini tengah menyiapkan lompatan yang jauh lebih besar melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) dengan kapasitas mencapai 1.000 ton sampah per hari.

Peresmian operasional insinerator dilakukan di kawasan Baqa, Kecamatan Samarinda Seberang, Selasa (30/6/2026), bertepatan dengan rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup 2026.

Andi Harun mengungkapkan bahwa Samarinda kini telah ditetapkan sebagai salah satu daerah yang akan menjadi lokasi pembangunan PSEL. Bahkan, pembahasan teknis bersama pemerintah pusat telah dilakukan melalui tim percepatan yang dibentuk Presiden.

"Selanjutnya kita akan tunggu kebijakan lebih lanjut dan teknisnya," ujarnya.

Tak hanya itu, menurut orang nomor satu di Samarinda ini, kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara juga telah diteken untuk menjamin pasokan bahan baku bagi fasilitas tersebut. Sembari menunggu proyek berskala nasional tersebut terealisasi, Pemkot mulai mengoperasikan 10 unit insinerator yang tersebar di sejumlah kecamatan sebagai solusi transisi untuk menekan volume sampah yang selama ini mencapai lebih dari 600 ton setiap hari.

Menurut Andi Harun, peresmian insinerator sengaja dilakukan bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup agar masyarakat dapat melihat langsung bahwa komitmen pemerintah dalam penanganan sampah telah memasuki tahap implementasi.

"Apa yang dulu kita rencanakan, sekarang sudah mulai dioperasikan," ujarnya.

Ia menjelaskan satu unit insinerator mampu mengolah sedikitnya delapan ton sampah dalam satu sif kerja. Apabila dioperasikan dua sif, kapasitasnya meningkat menjadi sekitar 16 ton per hari.

"Dan hasilnya cukup efektif karena mampu melakukan pengurangan terhadap minimum delapan ton per hari. Itu dalam satu sif, pokoknya perkaliannya delapan," jelasnya.

Dengan total 10 unit insinerator yang telah dibangun, kapasitas pengurangan sampah diperkirakan dapat mencapai sekitar 160 ton per hari apabila seluruh fasilitas beroperasi dalam dua sif.

"Nanti kita lihat, kalau tenaganya kuat kita bisa jadikan tiga shift, bahkan empat shift. Tapi faktor kelelahan dan ketahanan fisik pekerja juga harus kita perhatikan," katanya.

Seluruh mesin sebenarnya telah siap digunakan. Namun operasional dilakukan secara bertahap lantaran masih menyesuaikan kesiapan infrastruktur pendukung di masing-masing lokasi.

Menanggapi masih adanya daerah lain yang menghentikan penggunaan insinerator karena persoalan lingkungan, ia memastikan teknologi yang digunakan Samarinda berbeda. Sistem yang diterapkan tidak menggunakan cerobong asap terbuka, melainkan mengalirkan hasil pembakaran ke media air untuk diproses lebih lanjut.

"Asap dialirkan ke air, nanti airnya disterilisasi. Tetapi kita tetap harus menjaga suhu pembakaran sekitar 800 derajat Celcius agar prosesnya stabil," jelasnya.

Meski optimis terhadap teknologi tersebut, Andi Harun menegaskan Pemkot tetap akan melakukan evaluasi berkelanjutan dan mengikuti seluruh ketentuan pemerintah pusat.

"Namanya teknologi baru, kita akan evaluasi terus. Tapi kalau ada kebijakan pemerintah pusat, daerah tentu harus mengikuti. Perintah berhenti, kita berhenti. Perintah belok kiri, kita belok kiri," pungkasnya.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :