EKSPOSKALTIM, Bontang – Jumlah pasokan sampah rumah tangga memasuki pekan terakhir bulan Ramadan ini terus meningkat. Dapat dilihat dari perbandingan antara sampah yang masuk pada sepekan menjelang Ramadan, dengan sepekan pertama saat Ramadan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bontang Agus Amir mengatakan, semula produksi sampah hanya 511,5 ton per harinya. Kini bisa mencapai 550,72 ton atau naik 8 persen per harinya.
“Kenaikan volume sampah ini kemungkinan besar karena daya konsumtif masyarakat yang meningkat. Dan memang kejadian seperti ini sudah terjadi setiap tahunnya,” katanya, Senin (19/6) siang.
Sementara, mengenai jenis sampah yang masuk, kata Agus, bentuknya beraneka ragam. Yang paling dominan, yaitu sisa-sisa jualan takjil dan batok kelapa. Namun untuk kedepannya, pihaknya belum dapat memastikan apakah volume sampah akan terus meningkat atau tidak.
“Kalau banyak yang keluar daerah, tentu bisa saja berpengaruh pada penurunan volume sampah,” terangnya. Sementara untuk mengantisipasi penumpukan sampah pada perayaan Idulfitri nanti, pihaknya akan menggerakkan seluruh personel petugas kebersihan yang ada pada H-1.
Sebanyak 51 petugas, 20 di antaranya non muslim, akan dikerahkan di 20 titik yang diprediksi akan terjadi penumpukan sampah. Seperti di Masjid Istiqomah, Masjid Asy Ayuhada, Stadion Lang-Lang yang merupakan tempat pelaksanaan salat Idulfitri.
"Kami kerahkan mulai tengah malam hingga pukul 5 subuh, dengan harapan pagi harinya terbebas dari pandangan sampah dalam pelaksanaan salat Idulfitri," terangnya.
"Kami juga mengimbau kepada masyarakat agar pada H-1 seluruh sampah dapat dikeluarkan, mengingat kami akan melakukan pengambilan sampah pada H+1," tukasnya.

