EKSPOSKALTIM, Bontang- Nelayan Bontang bisa bernafas lega. Setelah tidak beroperasi sejak 2015 silam, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN) Tanjung Limau dipastikan kembali beroperasi.
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni sangat bersyukur dengan beroperasinya kembali SPBUN ini. Neni berharap kabar baik ini dapat mendorong peningkatan kesejahteraan nelayan sekaligus untuk mewujudkan Bontang sebagai kota maritim.
“Semoga dengan diresmikannya SPBUN ini dapat memudahkan para nelayan Bontang,” harapnya, saat persemian di Pelabuhan Tanjung Limau, Rabu (24/5) siang.
Terpisah, Direktur PT Bontang Karya Hutamindo Prasetya Adi Widodo selaku pengelola mengatakan, ada beberapa hal yang mesti diselesaikan sebelum kembali melayani pembelian solar untuk para nelayan yang terhenti sejak 2015 lalu.
Seperti, pembenahan administrasi badan hukum serta revitalisasi sarana SPBUN dan melakukan koordinasi kembali kepada Pertamina agar dapat memperoleh kuota BBM kembali.
“Sesuai kontrak baru, kami selaku pengelola dengan pihak Pertamina dalam masa kontrak 10 tahun, Bontang mendapatkan kuota bahan bakar nelayan bersubsidi sebanyak 300 kiloliter per bulan,” katanya.
Dijelaskan, saat ini nelayan Bontang yang mendapat rekomendasi menurut data Dinas Perikanan sebanyak 199 nelayan dari total 1.286 nelayan dengan harga per liter sebesar Rp 5.150.
”Untuk mendapatkan BBM ini harus sesuai rekomendasi dari Dinas Perikanan, agar penyaluran BBM bersubsidi ini tepat sasaran. Tanpa ada rekomendasi tersebut, kami tidak akan melayani permintaan,” terangnya.

