EKSPOSKALTIM, Banjarmasin - Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir adalah salah satu cara paling sederhana. Namun sangat efektif untuk mencegah penyebaran penyakit. Aktivitas harian yang tampak sepele ini bisa menyelamatkan jutaan jiwa setiap tahun jika dilakukan dengan benar dan konsisten.
Menurut berbagai penelitian medis, tangan adalah media utama penularan kuman, virus, dan bakteri penyebab penyakit, mulai dari diare, infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), hingga penyakit kulit. Kebiasaan mencuci tangan sebelum makan, setelah buang air, atau setelah menyentuh permukaan yang kotor, terbukti mampu menurunkan risiko infeksi secara signifikan.
Direktur RSUD Ulin Banjarmasin, Diauddin, menyebutkan bahwa menjaga kebersihan tangan sangat penting, terutama di lingkungan rumah sakit. “Meskipun tampak sepele, mencuci tangan punya dampak besar. Ini adalah benteng pertama untuk melindungi tenaga medis dan pasien dari berbagai penyakit,” ujarnya, Selasa (6/5), dikutip dari Antara.
Manfaat Mencuci Tangan:
-
Mencegah Penyakit Menular – Seperti diare, flu, ISPA, hingga infeksi kulit.
-
Melindungi Diri dan Orang Lain – Mencegah penularan penyakit dalam lingkungan sekitar.
-
Mengurangi Risiko Infeksi di Rumah Sakit – Terutama pada pasien dengan kondisi imun lemah.
-
Mendukung Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) – Dasar dari upaya promotif dan preventif dalam kesehatan.
-
Terbukti Efektif Selama Pandemi – Dan tetap relevan untuk masa kini.
Diauddin juga mengingatkan bahwa kebiasaan cuci tangan yang sempat menjadi tren saat pandemi, kini mulai menurun seiring melonggarnya kewaspadaan masyarakat. Padahal, kebiasaan ini seharusnya menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari, bukan hanya saat wabah.
Untuk menguatkan kesadaran akan pentingnya kebersihan tangan, RSUD Ulin Banjarmasin memperingati Hari Cuci Tangan Sedunia yang jatuh pada 5 Mei dengan menggelar kampanye cuci tangan massal. Kegiatan tersebut melibatkan ratusan karyawan rumah sakit dalam sebuah aksi simbolis.
Mengusung tema “Sarung Tangan di Waktu yang Tepat, Kebersihan Tangan di Setiap Waktu”, kampanye ini menjadi momentum untuk kembali mengingatkan pentingnya perilaku sederhana yang berdampak besar bagi kesehatan.
“Kami harap kegiatan ini tak hanya menjadi seremoni, tapi mampu menggugah kesadaran masyarakat bahwa tangan bersih adalah kunci utama hidup sehat,” tutup Diauddin.

