EKSPOSKALTIM, Balikpapan - Upaya pencarian Kahayu (22), korban terakhir feri KMP Muchlisa Makassar di Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur, terus berlangsung. Tim SAR gabungan dari berbagai instansi baru berhasil menemukan satu korban dalam kondisi meninggal dunia pada Selasa (6/5).
Korban tersebut adalah Ilham (25), seorang anak buah kapal (ABK) yang bertugas sebagai kelasi. Ia ditemukan pukul 13.59 WITA oleh penyelam SAR di ruang istirahat kelas ekonomi di dalam badan kapal yang berada di kedalaman 12 meter.
“Korban ditemukan di ruang istirahat ekonomi. Tim langsung mengevakuasi jenazah ke rigid buoyancy boat milik Basarnas, lalu dibawa ke Dermaga Pelabuhan Semayang Balikpapan,” ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Balikpapan, Dody Setiawan.
Jenazah Ilham kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Balikpapan untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Namun, pencarian belum selesai. Tim SAR masih mencari satu korban lainnya, yakni Kahayu, perwira tinggi kapal feri penumpang perempuan yang diduga masih terjebak di dalam kapal.
Proses pencarian Kahayu tidak mudah. Kondisi air yang keruh membuat jarak pandang penyelam sangat terbatas, sementara bagian kapal yang harus diperiksa berada di kedalaman hingga 20 meter.
“Penyelaman sangat menantang karena kondisi visibilitas yang buruk dan posisi kapal yang dalam. Tapi kami tetap lanjutkan pencarian dengan segala upaya,” ujar Dody.
Tim SAR membagi pencarian ke dalam empat regu. Regu 1 dan Regu 3 bertugas menyisir permukaan laut di dua sektor yang mencakup area seluas 9 mil laut persegi. Sementara itu, Regu 2 fokus menyelam ke dalam badan kapal, dibantu sonar bawah air dan 13 penyelam profesional untuk memeriksa setiap kabin yang mungkin menjadi tempat korban terjebak.
Regu 4 mengerahkan teknologi canggih berupa drone thermal dan Remotely Operated Vehicle (ROV) — kendaraan bawah air yang dikendalikan dari permukaan — untuk memperluas jangkauan pencarian.
Dengan medan yang berat dan waktu yang terus berjalan, harapan pun terus digantungkan pada kerja keras tim penyelamat demi menemukan Kahayu. Sebelum menemukan korban, tim penyelam sempat menemukan rompi penyelamatan berwarna merah bertulis KMP Muchlisa Makassar.
Pencarian hari kedua fokus pada bawah laut dengan mengerahkan sebanyak 12 penyelam, di antaranya empat orang penyelam dari Basarnas, dua penyelam TNI AL, dua penyelam Polairud Polda Kaltim, serta empat orang penyelam tradisional.
"Tantangannya adalah proses penyelaman di badan kapal mencapai kedalaman 20 meter, sementara kesulitan yang dihadapi adalah jarak pandang yang buruk karena air keruh di kawasan itu," jelasnya.
KMP Muhlisa sendiri mengangkut total 47 orang dan 13 kendaraan, termasuk dua truk. Dua ABK hilang, keduanya terakhir terlihat naik ke dek sebelum kembali turun ke ruang mesin sesaat sebelum kapal tenggelam untuk membantu penumpang.
Tragedi ini bermula pada Senin (5/5) sekitar pukul 13.00 Wita. Dugaan awal menyebutkan, poros baling-baling (as propeller) kapal mengalami kerusakan dan harus dilepas oleh kru. Proses pelepasan itu justru membuka celah kebocoran di lambung kapal.

