EKSPOSKALTIM - Ahli gizi Dr. dr. Luciana B. Sutanto, MS. SpGK (K) membagikan beberapa tips menyimpan dan menghangatkan makanan sahur agar tetap aman dikonsumsi dan menjaga kualitasnya.
Penyimpanan Makanan Sahur
Menyiapkan makanan sahur sejak malam hari dan menghangatkannya kembali di pagi hari merupakan metode praktis bagi banyak orang. Namun, agar tetap aman dan terjaga kualitasnya, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:
-
Gunakan Wadah Tertutup dan Kedap Udara
- Pastikan makanan disimpan dalam wadah yang bersih, tertutup rapat, dan kedap udara.
- Hal ini bertujuan untuk menghindari kontaminasi dari serangga, binatang kecil, atau bakteri yang bisa masuk melalui udara.
-
Dinginkan Makanan Sebelum Dimasukkan ke Kulkas
- Jangan menyimpan makanan dalam keadaan panas karena dapat meningkatkan suhu dalam kulkas dan mempercepat pertumbuhan bakteri.
- Sebaiknya, makanan didinginkan terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke dalam lemari es.
-
Bagi Makanan ke dalam Porsi Kecil
- Memisahkan makanan ke dalam porsi kecil membantu mempercepat proses pendinginan dan menjaga kualitas makanan lebih baik.
- Makanan yang disimpan di kulkas sebaiknya tidak lebih dari 4 hari, tergantung jenisnya.
Penghangatan Makanan Sahur
Menghangatkan makanan kembali dapat memengaruhi kandungan nutrisi, terutama vitamin yang larut dalam air, serta mengubah tekstur dan cita rasa makanan. Agar proses penghangatan lebih optimal, perhatikan hal berikut:
-
Gunakan Teknik Pemanasan yang Tepat
- Hindari pemanasan berulang kali agar nutrisi dalam makanan tetap terjaga.
- Pilih metode pemanasan yang lebih lembut, seperti mengukus atau memanaskan dengan api kecil.
-
Pilih Makanan yang Tepat untuk Dipanaskan Ulang
- Makanan berkuah seperti sup dan sayur cenderung mengalami penurunan kualitas saat dipanaskan berkali-kali.
- Makanan dengan bahan yang cepat rusak, seperti ikan dan telur, juga berisiko mengalami penurunan kualitas nutrisi serta rasa setelah dipanaskan kembali.
-
Pilih Makanan yang Lebih Tahan Lama
- Makanan yang lebih padat dan kurang mengandung air, seperti nasi, daging yang dimasak, atau makanan olahan lainnya, lebih tahan lama dibandingkan makanan yang mengandung banyak air, seperti sayuran segar dan buah-buahan.
Dengan memperhatikan cara penyimpanan dan penghangatan yang tepat, masyarakat dapat menyiapkan sahur dengan praktis tanpa mengorbankan kualitas makanan.
"Pastikan selalu menjaga kebersihan dan kehigienisan makanan agar sahur tetap bermanfaat dan menyegarkan tubuh sepanjang hari," tutup Dr. Luciana. (Antara)

