EKSPOSKALTIM, Bontang - Kepala Dinas (Kadis) Dispora, Bambang Cipto Mulyono, menanggapi perihal himbauan pelatih Judo Bontang Lugito, yang menginginkan penginapan atlet Bontang pada Pekan Olahraga Pelajar Provinsi (Porprov) 2016 di Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, nantinya disamakan tanpa ada pilih kasih.
Bambang mengatakan, untuk tempat tinggal para altet cabor nantinya, yang menentukan adalah panitia penyelenggara Porprov dalam hal ini pihak dari Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Menurutnya, pihak Dispora Kota Bontang tidak mempunyai hak untuk menentukan dimana mereka ditempatkan.
“Sebenarnya tidak ada pilih kasih, sekarang pun tempatnya belum di tentukan oleh panitia penyelenggara Popprov. Jadi terkait bahwa Dispora pilih kasih untuk tempat tinggal mereka itu tidak benar. Kebetulan saya juga baru mendengar isu ini, " kata Bambang, saat ditemui di Stadion Bessai Berinta Lang-Lang, Bontang Baru, Kecamatan Bontang Utara, Jum'at (22/7/2016) pagi tadi.
Dia menambahkan, panitia Popprov dari Kutai Kartanegara selaku tuan rumah menyiapkan tempat tinggal, namun pihaknya belum mendapat konfirmasi terkait tempat tinggal selama berlaga. Diakui Bambang, terkait apresiasi (insentif) bagi atlit yang berprestasi, pihaknya belum bisa memastikan.
“Sedangkan untuk apresiasi bagi atlit yang menang nantinya, karena anggaran terbatas, kita belum bisa memastikan. Anggaran untuk atlit yang berprestasi tahun ini, kita kumpulkan data-datanya dan kita usulkan di anggaran berikutya. Dispora hanya bisa mengusulkan saja untuk anggaran tersebut, keputusan alokasi anggarannya itu ada tim anggaran," tutupnya.(*)
Diberitakan sebelumnya, Lugito mengatakan para atlet judo pada kejuaraan tahun 2012 hanya di beri fasilitas berupa tempat tinggal di rumah-rumah penduduk. Sementara, sebagian atlet cabor lainnya ada yang di tempatkan di Hotel.
“Hanya cabor-cabor tertentu saja yang diinapkan di hotel, seperti panahan dan atletik. Itu bisa dikatakan tidak adil,” tandas Lugito beberapa hari lalu (18/7/2016).
Lugito berharap, kedepannya penginapan atlet agar disamakan untuk menghindari kecemburuan sosial sesama atlit, dan juga tidak terkesan pilih kasih.

