Jumat, 21 Maret 2025 05:08 WITA
EKSPOSKALTIM - Puasa sering dianggap sebagai momen ideal untuk menurunkan berat badan. Namun, tak sedikit orang justru mengalami kenaikan berat badan selama bulan Ramadan.
Menurut dr. Mulianah Daya, M.Gizi, Sp.GK, dokter spesialis gizi klinik lulusan Universitas Indonesia, hal ini biasanya terjadi karena asupan kalori yang berlebihan dibandingkan dengan energi yang dikeluarkan.
"Peningkatan berat badan saat puasa umumnya disebabkan oleh konsumsi makanan tinggi kalori yang berlebihan, sehingga terjadi akumulasi lemak dalam tubuh," jelasnya Kamis (21/3).
Padahal, dalam kondisi normal, puasa dapat memangkas asupan kalori hingga 30 persen dari kebutuhan harian, yang berpotensi menurunkan berat badan sekitar 2-3 kilogram per bulan. Oleh karena itu, jika berat badan justru bertambah selama puasa, bisa jadi pola makan masih belum tepat.
Pola Makan yang Perlu Diperhatikan
Untuk menghindari kenaikan berat badan selama Ramadan, dr. Mulianah menyarankan agar lebih selektif dalam memilih makanan. Salah satu yang perlu dihindari adalah makanan tinggi gula.
"Makanan dan minuman manis, camilan yang mengandung banyak gula tambahan, serta makanan berbasis tepung dapat menyebabkan lonjakan gula darah yang berkontribusi pada penumpukan lemak," ungkapnya.
Selain itu, konsumsi makanan tinggi lemak jenuh juga sebaiknya dibatasi. Gorengan, makanan yang dimasak dengan teknik deep-fried, makanan bersantan, serta lemak hewani yang berlebihan bisa meningkatkan asupan kalori dan berisiko terhadap kesehatan kardiovaskular.
"Penting untuk mengontrol konsumsi makanan berlemak, terutama yang mengandung lemak jenuh dalam jumlah tinggi, agar berat badan tetap stabil dan tubuh tetap sehat," tambahnya.
Pentingnya Makan Teratur dan Aktivitas Fisik
Selain memilih jenis makanan yang lebih sehat, menjaga pola makan yang teratur juga sangat berpengaruh. Melewatkan waktu makan dapat menyebabkan rasa lapar berlebihan, yang akhirnya berujung pada konsumsi kalori yang lebih banyak di waktu berikutnya.
"Jika kita melewatkan jam makan, tubuh akan mengalami rasa lapar yang lebih besar di waktu berikutnya, sehingga ada kecenderungan untuk makan berlebihan," jelas dr. Mulianah.
Untuk menjaga berat badan tetap ideal selama puasa, penting juga untuk tetap aktif secara fisik. Aktivitas ringan seperti berjalan kaki atau olahraga ringan dapat membantu menjaga keseimbangan energi.
"Selain itu, pantau berat badan secara rutin, misalnya 2-3 kali seminggu, agar dapat segera mengantisipasi jika terjadi peningkatan berat badan yang signifikan," pungkasnya.
Dengan pola makan yang tepat dan gaya hidup yang sehat, puasa bisa menjadi momen yang tidak hanya penuh berkah, tetapi juga memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh.

