PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Di Balik Rimba Mahulu, Jantur Batang Disiapkan Jadi Magnet Wisata Baru

Home Berita Di Balik Rimba Mahulu, Ja ...

Tersembunyi di Kampung Long Melaham, air terjun Jantur Batang menawarkan lanskap hutan yang masih alami dan suasana yang jauh dari hiruk-pikuk kota. 


Di Balik Rimba Mahulu, Jantur Batang Disiapkan Jadi Magnet Wisata Baru
Batu Dinding, salah satu keindahan alam yang terdapat di Kampung Long Melaham, Kabupaten Mahulu, Kalimantan Timur. ANTARA/ M Ghofa

EKSPOSKALTIM, Samarinda - Tersembunyi di antara bentang hutan yang masih terjaga di Kampung Long Melaham, Kabupaten Mahakam Ulu, air terjun Jantur Batang menyimpan pesona yang selama ini belum banyak dikenal wisatawan. Suara gemuruh air yang berpadu dengan rimbunnya vegetasi tropis menjadikan kawasan ini menawarkan pengalaman alam yang berbeda dari destinasi wisata arus utama di Kalimantan Timur.

Potensi itulah yang kini mulai ditata oleh Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu bersama Universitas Mulawarman (Unmul). Keduanya berkolaborasi menyusun dokumen perencanaan pengembangan kawasan wisata Jantur Batang agar dapat berkembang sebagai destinasi yang tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga memberi manfaat ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat setempat.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setkab Mahulu, Agustinus Teguh Santoso, menilai Jantur Batang memiliki modal kuat untuk berkembang menjadi destinasi unggulan karena tidak hanya menawarkan panorama alam, tetapi juga menyimpan nilai ekologis, sosial, dan budaya yang masih terjaga.

Menurutnya, potensi tersebut membutuhkan arah pengembangan yang jelas agar tidak kehilangan karakter alaminya ketika mulai dikenal lebih luas oleh wisatawan.

"Jantur Batang Kampung Long Melaham layak dikembangkan karena menyimpan nilai ekologis, sosial, dan budaya yang menjadi aset penting bagi sektor pariwisata daerah," kata Teguh.

Berbeda dengan destinasi yang tumbuh secara spontan, pengembangan Jantur Batang diarahkan melalui perencanaan yang mempertimbangkan keseimbangan antara kebutuhan wisata, pelestarian lingkungan, dan kepentingan masyarakat lokal.

Karena itu, penyusunan dokumen perencanaan tidak hanya membahas pembangunan fasilitas fisik, tetapi juga mencakup tata kelola destinasi, aksesibilitas, pelestarian lingkungan, hingga pelibatan masyarakat dalam pengelolaan kawasan wisata.

Bagi Mahulu yang selama ini dikenal dengan kekayaan alam dan budaya pedalaman, pendekatan tersebut dinilai penting agar pariwisata tidak sekadar menghadirkan kunjungan wisatawan, tetapi juga menjadi instrumen pembangunan yang memberi dampak langsung bagi warga kampung.

Dalam proses penyusunannya, Pemkab Mahulu telah menggelar seminar pendahuluan hasil penyusunan dokumen perencanaan wisata Jantur Batang di Kantor Bupati Mahulu, Ujoh Bilang. Forum tersebut dimanfaatkan untuk menghimpun masukan dari berbagai pemangku kepentingan sebelum rencana pengembangan difinalisasi.

Teguh mengatakan pengembangan kawasan wisata harus mampu membuka ruang ekonomi baru bagi masyarakat tanpa mengorbankan kelestarian alam yang menjadi daya tarik utamanya.

Sektor pariwisata diharapkan dapat mendorong tumbuhnya usaha mikro dan kecil, memperkuat kelompok sadar wisata (Pokdarwis), serta menciptakan peluang kerja baru bagi warga setempat.

"Perencanaan yang baik bukan hanya berbicara mengenai pembangunan fisik, tetapi juga bagaimana menata lokasi, memperkuat tata kelola destinasi, menjaga kelestarian lingkungan, serta mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam pengembangan wisata," ujarnya.

Di tengah meningkatnya minat wisatawan terhadap destinasi berbasis alam dan pengalaman autentik, Jantur Batang memiliki peluang untuk menawarkan sesuatu yang berbeda. Bukan sekadar tempat berfoto atau berlibur singkat, tetapi ruang untuk menikmati keheningan hutan, mengenal kehidupan masyarakat lokal, dan merasakan wajah lain Kalimantan yang masih alami.

Bagi Mahulu, Jantur Batang bukan hanya tentang air terjun. Kawasan ini dipandang sebagai pintu masuk untuk memperkenalkan kekayaan alam pedalaman sekaligus membangun ekonomi masyarakat berbasis pariwisata yang berkelanjutan.

Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah kampung, masyarakat adat, kelompok sadar wisata, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya menjadi kunci agar pengembangan destinasi tersebut tidak kehilangan arah.

Menurutnya, jika seluruh rencana berjalan sesuai harapan, Jantur Batang berpeluang menjadi salah satu magnet wisata baru Kalimantan Timur yang tumbuh dari jantung rimba Mahakam Ulu, tanpa kehilangan identitas alam yang selama ini menjadikannya istimewa.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :