EKSPOSKALTIM, Balikpapan Upaya pencarian terhadap dua anak buah kapal (ABK) feri KMP Muhlisa yang tenggelam di Teluk Balikpapan, Penajam, Kalimantan Timur, masih terus dilakukan hingga hari ini. Tim SAR gabungan dikerahkan dengan dukungan teknologi canggih, namun keberadaan kedua korban belum juga ditemukan.
Kedua korban diketahui bernama Ilham dan Kahayu, masing-masing bertugas sebagai kelasi dan mualim (perwira dek). Mereka terakhir kali terlihat naik ke dek kapal, sebelum kembali turun ke ruang mesin sesaat sebelum kapal benar-benar tenggelam.
“Mereka turun kembali ke lambung kapal. Tidak diketahui pasti apa yang ingin mereka ambil, namun setelah itu kapal tenggelam dan keduanya tidak sempat naik lagi,” ungkap Kepala BPBD Penajam Paser Utara, Muhammad Sukadi Kuncoro, dikutip dari IDN.
Proses pencarian sempat dihentikan pada sore hari karena kendala jarak pandang dan pencahayaan. Namun sejak pagi tadi, pencarian kembali dilanjutkan dengan pembagian tim SAR ke dalam empat regu.
Regu 1 dan Regu 3 bertugas menyisir permukaan laut di dua sektor berbeda, dengan total cakupan sekitar 9 nautical mile square. Regu 2 melakukan penyelaman langsung ke lokasi bangkai kapal dengan bantuan sonar bawah laut, melibatkan 13 penyelam yang memeriksa sejumlah kabin yang diduga menjadi tempat korban terjebak.
Sementara itu, Regu 4 didukung peralatan mutakhir seperti drone thermal dan ROV (Remotely Operated Vehicle) — robot bawah air yang dikendalikan dari permukaan, digunakan untuk menjelajah area dasar laut secara aman dan efisien.
Kepala Basarnas Balikpapan, Dody Setiawan, menyatakan pencarian tetap dilakukan secara maksimal meskipun kondisi di lapangan cukup menantang.
“Kami tetap optimistis. Dengan dukungan peralatan seperti sonar dan ROV, serta kolaborasi lintas instansi dan masyarakat, kami berupaya keras agar kedua korban segera ditemukan,” ujarnya, Selasa (6/5).
Diketahui, KMP Muhlisa mengangkut total 47 orang saat insiden terjadi — terdiri dari 26 penumpang dan 21 kru kapal. Kapal juga membawa 13 unit kendaraan, termasuk dua truk tronton, satu longbed, delapan mobil, dan dua sepeda motor.
Musibah ini bermula pada Senin (5/5) sekitar pukul 13.00 Wita, saat as propeller atau poros penggerak baling-baling kapal diduga patah dan harus dilepas oleh kru. Pelepasan ini menyebabkan kebocoran pada lambung kapal. Meski kru sempat mencoba menambal secara darurat, air terus masuk, menyebabkan kapal miring dan akhirnya tenggelam sekitar pukul 15.00 Wita.
Kini, selain pencarian korban, pihak Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) juga telah memeriksa sedikitnya 16 kru kapal untuk menyusun berita acara dan menyelidiki penyebab pasti tenggelamnya KMP Muhlisa.

