Samarinda, EKSPOSKALTIM - Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat upaya menuju swasembada pangan di Kalimantan Timur dengan meningkatkan luas tambah tanam (LTT) lewat kerja sama lintas sektor. Langkah ini sejalan dengan tren positif produksi pangan yang dilaporkan pemerintah provinsi, dan ditargetkan membawa Kaltim swasembada beras pada 2026.
“Sesuai arahan Bapak Menteri Pertanian, Kementerian terus melakukan berbagai langkah strategis untuk menambah luas tanam di seluruh Indonesia, termasuk di Kalimantan Timur,” ujar Direktur Perbenihan Hortikultura Kementan sekaligus Penanggung Jawab Swasembada Pangan Kaltim, Tommy Nugraha, saat dihubungi di Samarinda, Rabu (8/10).
Data Pemerintah Provinsi Kaltim menunjukkan produksi gabah kering tahun ini telah mencapai 300 ribu ton, dan ditargetkan meningkat menjadi 350 ribu ton pada akhir 2025. Dengan tambahan lahan sawah baru seluas 1.800 hektare, Kaltim menargetkan produksi beras bisa tembus 400 ribu ton pada tahun depan.
Untuk mewujudkan target tersebut, Kementan memperkuat koordinasi dengan Dinas Pertanian Provinsi dan seluruh dinas pertanian kabupaten. Sinergi juga dilakukan dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV untuk menjamin pasokan air bagi sawah, serta menggandeng Dinas Pekerjaan Umum dalam memperbaiki saluran irigasi yang rusak.
“Kerja sama dengan BWS menjadi kunci untuk menjamin ketersediaan air, karena infrastruktur irigasi adalah faktor vital bagi keberlanjutan tanam padi,” jelas Tommy.
Kementan juga menerapkan evaluasi bulanan berbasis tiga warna untuk menilai capaian tiap provinsi: merah (0–50 persen), kuning (51–80 persen), dan hijau (di atas 80 persen). “Alhamdulillah, Kaltim dalam dua bulan terakhir ini sudah mencapai status warna kuning, dan kami optimistis segera naik ke warna hijau,” pungkasnya.

