PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Siap Dibuka, RSUD Muara Badak Kekurangan 364 Nakes

Home Berita Siap Dibuka, Rsud Muara B ...

Di Muara Badak, rumah sakit sudah berdiri, tapi layanan belum benar-benar hadir. Kekurangan ratusan tenaga kesehatan membuat warga masih harus menunggu kepastian berobat di daerahnya sendiri.


Siap Dibuka, RSUD Muara Badak Kekurangan 364 Nakes
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri (depan) saat berkoordinasi di Kemenpan RB di Jakarta, dua hari lalu. Foto: Prokom Kukar

EKSPOSKALTIM, Tenggarong - Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, masih kekurangan 364 tenaga kesehatan (nakes) untuk mengoperasikan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aji Muhammad Idris di Kecamatan Muara Badak.

“RSUD ini membutuhkan 364 nakes yang terdiri atas dokter spesialis, dokter umum, perawat, bidan, tenaga kefarmasian, tenaga laboratorium, radiografer, dan tenaga kesehatan lain,” kata Bupati Kukar Aulia Rahman Basri di Tenggarong, Sabtu (1/3).

Kondisi ini membuat kehadiran layanan kesehatan rujukan di Muara Badak belum sepenuhnya bisa dirasakan warga, meski pembangunan fisik rumah sakit telah rampung.

Untuk mempercepat operasional, kata dia, Pemkab Kukar telah berkoordinasi dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) di Jakarta. Pertemuan dilakukan bersama Deputi Perencanaan dan Pengadaan SDM Aparatur Kemenpan RB, Raka Pamungkas, dua hari lalu.

Koordinasi tersebut difokuskan pada pemenuhan kebutuhan SDM kesehatan, sekaligus peningkatan kualitas layanan di Kukar, khususnya bagi masyarakat Muara Badak dan wilayah sekitarnya.

https://eksposkaltim.com/berita/kelapa-utuh-jadi-menu-mbg-di-muara-badak-kaltim-sppg-angkat-bicara-16286.html

Langkah ini mengacu pada Permen Nomor 28 Tahun 2024 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan serta Peraturan Bupati Kukar Nomor 27 Tahun 2025 terkait kelembagaan dan tata kerja RSUD.

Aulia menjelaskan keterbatasan redistribusi tenaga kesehatan dari fasilitas lain, terbatasnya formasi ASN, serta kebijakan pembatasan pengangkatan ASN menjadi kendala utama pemenuhan kebutuhan tersebut.

“Kondisi ini berdampak pada belum optimalnya operasional layanan sesuai standar rumah sakit, termasuk cakupan dan mutu pelayanan rujukan,” ujarnya.

Sebagai langkah percepatan, Pemkab Kukar menyiapkan strategi redistribusi dan penataan tenaga kesehatan ASN antar fasilitas pelayanan kesehatan yang telah ada.

“Ini agar layanan kesehatan di Muara Badak bisa segera berjalan,” kata Aulia.

Ia menambahkan Kemenpan RB telah merespons persoalan tersebut dan berjanji membantu penyelesaiannya agar RSUD Aji Muhammad Idris dapat segera beroperasi penuh, sesuai harapan masyarakat setempat. (Ant)


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :