PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Alarm Kesehatan Kaltim: 123 Bayi Meninggal, Berat Lahir Rendah Dominan

Home Berita Alarm Kesehatan Kaltim: 1 ...

Awal 2026 mencatat 123 kematian bayi di Kalimantan Timur, mayoritas lahir dengan berat badan rendah. 


Alarm Kesehatan Kaltim: 123 Bayi Meninggal, Berat Lahir Rendah Dominan
Kader Posyandu Dewi Shinta mengukur lingkar kepada dari balita di Desa Girimukti, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Kamis (5/12/2024). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/tom

EKSPOSKALTIM, Samarinda - Sebanyak 123 bayi di Kalimantan Timur meninggal sejak awal 2026. Mayoritas lahir dengan berat badan rendah, memicu alarm serius bagi layanan kesehatan ibu dan anak di daerah ini.

Dinas Kesehatan Kalimantan Timur merespons situasi tersebut dengan mengoptimalkan program Pelayanan Kesehatan Gratis (PKG), yang difokuskan pada ibu hamil dan anak-anak.

Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin, menyebutkan dari 123 kasus kematian bayi yang tercatat, sebanyak 80 di antaranya memiliki berat badan lahir di bawah 2,5 kilogram.

https://eksposkaltim.com/berita/kemarau-mendekat-warga-kaltim-waspada-ispa-hingga-leptospirosis--16860.html

“Ini menjadi perhatian utama kami. Karena itu, intervensi difokuskan sejak masa kehamilan,” ujarnya di Samarinda, Selasa (6/5). 

Melalui program PKG, pemerintah daerah memperkuat layanan dasar seperti pemeriksaan kehamilan rutin setiap bulan, pemberian tablet tambah darah bagi ibu hamil, hingga imunisasi lengkap bagi bayi dan balita.

Layanan ini juga diperluas hingga ke wilayah pelosok dengan melibatkan tenaga medis untuk memastikan akses kesehatan tetap terbuka tanpa kendala biaya.

“Pelayanan diberikan secara menyeluruh, mulai dari pemantauan ibu hamil sampai vaksinasi anak, agar tumbuh kembang bisa optimal sejak dalam kandungan,” kata Jaya.

https://eksposkaltim.com/berita/jangan-asal-kasih-gadget-ingat-dampak-screen-time-pada-anak-17043.html

Selain itu, pemerintah juga mendorong partisipasi masyarakat untuk memanfaatkan program Cek Kesehatan Gratis yang menjadi bagian dari kebijakan nasional.

Menurut Jaya, peningkatan kesadaran masyarakat untuk rutin memeriksakan kesehatan akan berdampak langsung pada pencegahan penyakit dan deteksi dini risiko, termasuk pada ibu hamil dan bayi.

“Semakin cepat terdeteksi, semakin besar peluang untuk mencegah risiko kematian,” ujarnya.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :