EKSPOSKALTIM.COM, Bontang - Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, meminta seluruh sekolah di Kota Bontang, untuk memulai kegiatan belajar mengajar dengan tadabur Al-Qur’an dan salat Duha berjamaah bagi siswa beragama Islam.
Kebijakan tersebut disampaikan sebagai bagian dari upaya membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kecerdasan spiritual dan emosional.
“Saya minta tolong ini dijalankan di semua sekolah. Ini dalam rangka menciptakan sumber daya manusia yang tidak hanya cerdas intelektualnya, tetapi juga spiritual dan emosional,” ujarnya, Sabtu (9/5/2026).
Neni menginginkan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang memastikan seluruh sekolah, menjalankan program tersebut, terutama di sekolah negeri.
Selain itu, Neni juga menyoroti penerapan metode pembelajaran UMI, untuk belajar membaca Al-Quran, yang saat ini telah banyak digunakan di sejumlah sekolah swasta.
Menurutnya, metode tersebut perlu diterapkan lebih luas, termasuk di sekolah negeri.
“Untuk ekstrakurikuler di sekolah-sekolah swasta ini saya lihat sudah banyak menggunakan metode UMI. Coba sekolah negeri juga tolong dipikirkan agar bisa diterapkan,” imbuhnya.
Ia meminta menyiapkan dukungan anggaran, agar metode pembelajaran tersebut dapat dijadikan pelatihan kepada para guru.
Menurutnya, sangat penting adanya peningkatan kompetensi tenaga pendidik, agar kualitas pembelajaran di sekolah semakin baik.
“Kalau bisa anggarannya melalui BOS pemerintah Kota Bontang yang ditingkatkan, supaya metode pembelajaran UMI itu bisa diajarkan guru kepada anak-anak kita,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang, Abdu Safa Muha, mengatakan pihaknya telah melakukan pemantauan langsung ke sejumlah SD dan SMP negeri, untuk memastikan program tersebut berjalan.
Menurutnya, mayoritas sekolah sudah melaksanakan salat Duha berjamaah dan membaca Al-Qur’an sebelum kegiatan belajar dimulai.
“Rata-rata sekolah sudah salat berjamaah Duha dan baca Al-Qur’an sebelum memulai pembelajaran mata pelajaran,” katanya.
Terkait pelatihan baca Al-Qur’an dengan metode UMI, pihaknya akan menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran yang ada.

