PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

DBD di Kaltim Tembus 1.567 Kasus, Yuk Gencarkan 3 M

Home Berita Dbd Di Kaltim Tembus 1.56 ...

Kasus demam berdarah dengue di Kaltim telah menyentuh angka 1.567 dengan dua kematian dilaporkan yang sudah terjadi. Selengkapnya: 


DBD di Kaltim Tembus 1.567 Kasus, Yuk Gencarkan 3 M
Seorang petugas melakukan pengasapan (fogging) guna membasmi nyamuk penyebab demam berdarah dengue (DBD) di kawasan pemukiman penduduk. Foto: ANTARA

EKSPOSKALTIM, Samarinda – Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kalimantan Timur terus menunjukkan peningkatan. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim mencatat sebanyak 1.567 kasus DBD terjadi sepanjang Januari hingga April 2026 dengan dua kasus kematian.

Menghadapi tren tersebut, Dinkes Kaltim memperkuat tiga langkah antisipasi utama, yakni vaksinasi, gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) 3M Plus, serta penerapan teknologi Wolbachia untuk menekan penyebaran virus dengue.

“Langkah antisipasi tersebut mencakup vaksinasi, penguatan program pemberantasan sarang nyamuk, dan implementasi teknologi Wolbachia demi menekan demam berdarah dengue,” ujar Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Kaltim dokter Eryariyatin di Samarinda, ditulis Sabtu (16/5).

Ia menjelaskan masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan karena kasus DBD di Kaltim menunjukkan pola kenaikan hampir setiap tahun.

Menurut Eryariyatin, nyamuk Aedes aegypti sebagai penyebab DBD memiliki karakteristik aktif menggigit manusia pada pagi dan sore hari.

“Nyamuk penyebab DBD memiliki karakteristik waktu aktif yang spesifik yakni biasanya terbang dan menggigit manusia pada waktu pagi serta sore hari saja,” jelasnya.

Karena itu, masyarakat diminta tidak lengah menjaga kebersihan lingkungan rumah, terutama dengan menjalankan PSN 3M Plus, seperti menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, dan mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk.

Selain itu, vaksinasi DBD kini mulai diperluas sebagai bentuk perlindungan tambahan dan telah tersedia di sejumlah fasilitas kesehatan maupun rumah sakit.

Dinkes Kaltim juga mulai menjalankan inovasi teknologi Wolbachia sebagai bagian dari pengendalian jangka panjang. Teknologi ini bekerja dengan melemahkan kemampuan virus dengue berkembang di tubuh nyamuk sehingga risiko penularan ke manusia dapat ditekan.

“Inovasi teknologi Wolbachia juga dijalankan untuk melumpuhkan virus dengue dalam tubuh nyamuk sehingga potensi penularan ke tubuh manusia dapat dicegah secara efektif,” papar Eryariyatin.

Di sisi lain, Dinkes Kaltim meminta masyarakat tidak mudah percaya terhadap informasi bohong atau hoaks terkait program Wolbachia yang beredar di media sosial.

Eryariyatin menegaskan, pencegahan DBD tetap sangat bergantung pada perubahan perilaku dan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

“Pencegahan harus dimulai dari lingkup terkecil yakni diri sendiri dan keluarga agar tidak ada tempat bagi nyamuk untuk berkembang biak di sekitar pemukiman,” ujarnya.

Ia menambahkan, partisipasi aktif masyarakat menjadi faktor utama agar penyebaran DBD di Kalimantan Timur tidak semakin meluas pada masa mendatang.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :