Konsep Gold View yang pernah digadang-gadang mempercantik Jembatan Achmad Amins pada malam hari kini tinggal rencana.
EKSPOSKALTIM, SAMARINDA – Kondisi Jembatan Achmad Amins atau Jembatan Mahkota II kini tidak hanya kehilangan pesonanya sebagai salah satu ikon Kota Samarinda akibat padamnya lampu penerangan.
Lebih dari itu, aksi pencurian yang berulang kali terjadi di kawasan jembatan tersebut bahkan telah menyasar komponen penting yang berkaitan dengan keselamatan infrastruktur dan pengguna jalan.
Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda sebelumnya merancang Jembatan Mahkota II dengan konsep Gold View, terinspirasi dari Thailand. Dengan panjang mencapai 1.428 meter yang menghubungkan wilayah Samarinda Seberang dan Palaran itu diharapkan menjadi salah satu wajah baru kota yang menarik perhatian pada malam hari melalui tata cahaya dekoratif.
Namun, lampu-lampu penerangan yang seharusnya mempercantik tampilan jembatan tidak lagi berfungsi akibat pencurian kabel dan sejumlah fasilitas pendukung lainnya.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda, Hotmarulitua Manalu, mengatakan sistem penerangan sebenarnya telah tersedia dan sempat terpasang dengan baik. Akan tetapi, aksi pencurian yang terus berulang membuat fasilitas tersebut tidak dapat dimanfaatkan.
"Tapi hilang semua karena lampu hilang. Jadi tidak kelihatan. Padahal sudah bagus perkara kabel-kabelnya hilang," ujarnya.
Menurutnya, pencurian kabel kembali terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Dari hasil perhitungan sementara, kerugian yang ditimbulkan akibat aksi tersebut mencapai sekitar Rp360 juta.
"Dan kami sudah buat laporan ke Polres dan pencuri juga sudah tertangkap," katanya.
Yang lebih mengkhawatirkan, pelaku tidak hanya mengincar kabel penerangan yang mengandung tembaga bernilai jual tinggi. Mereka juga merusak dan memotong detector slank jembatan, sebuah komponen yang memiliki fungsi penting dalam mendukung keamanan dan pemantauan kondisi jembatan.
"Bahkan detector slank jembatan pun dipotong. Ini sangat membahayakan pengendara dan masyarakat," tegas Manalu.
Dishub Samarinda pun mendorong langkah pengamanan yang lebih ketat dengan meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) melakukan pemagaran permanen pada area yang selama ini menjadi akses masuk pelaku pencurian.
Menurutnya, upaya pemulihan fasilitas tidak akan efektif apabila aspek pengamanan belum diperkuat. Pasalnya, pencurian serupa telah berulang kali terjadi sejak awal 2025.
"Tinggal kita nunggu PUPR. Kalau ini tidak dilakukan pemagaran oleh teman-teman PUPR, ya kemungkinan akan dicuri lagi," katanya.
Selain pemagaran, Dishub juga meminta dukungan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) untuk memasang kamera pengawas atau CCTV guna mempersempit ruang gerak pelaku.
"Tapi kita juga mengharapkan ada kerja sama dengan masyarakat untuk saling mengawasi," ucapnya.
Fenomena pencurian kabel ternyata tidak hanya terjadi di Jembatan Mahkota II. Dishub menerima informasi bahwa kasus serupa juga terjadi di Jalan Pahlawan dan Jalan Dr Sutomo.
"Dan yang dicuri padahal kabel tanam. Yang ada nilai jualnya itu tembaga di kabelnya,” pungkasnya.



