EKSPOSKALTIM, Bontang – Warga mulai resah dengan keberadaan tempat penampungan sapi milik Mudai di jalan KS Tubun, Kelurahan Api-Api, Bontang Utara, yang dinilai menimbulkan bau tak mengenakan akibati kotoran sapi tersebut.
Yuli Kristina yang bertempat tinggal tepat di depan tempat penampungan sapi ini mengatakan, sejak penampungan sapi tersebut difungsikan, ia selalu diserang bau kotoran sapi.
"Sangat terganggu mas, baunya itu tidak enak sekali, tidak siang tidak malam bau nya kesini terus. Apalagi kalau anginnya dari sana (menunjuk ke arah tempat penampungan sapi), bau nya masuk sampai kedalam rumah," kata Yuli, Kamis (25/8).
Diakui Yuli jika dirinya merasa risih saat hendak makan, namun disaat bersamaan pula ia mencium bau kotoran sapi tersebut "Saya kira cuman ditempat saya yang bau sekali, saya tanya di tetangga juga begitu bilangnya," ujarnya.
Senada, Anwar yang juga warga sekitar penampungan sapi ini merasakan hal yang sama seperti Yuli. Sehingga, ia menghimbau kepada pemilik penampungan sapi (Mudai) untuk lebih peduli.
Ditegaskannya, kotoran sapi tersebut harus dibersihkan secara intens agar tidak menimbulkan bau setiap harinya, dan mengganggu warga sekitar.
"Saya tidak tau itu, apakah sudah ada ijin soal kebersihannya atau tidak, yang jelas bau kotorannya ini selalu kita rasakan kalau lagi duduk-duduk di depan rumah," urainya.
Sementara itu, Mudai yang dikonfirmasi terkait keluhan warga ini mengaku belum pernah menerima komplain dari masyarakat. "Selama ini tidak ada kok warga yang komplain, tapi saya selalu siap kalau ada komplain dari masyarakat," pungkasnya.

